‹ Semua renungan

Senin, 13 Juli 2026

Secangkir Air Sejuk

Di rumah-rumah kampung berlaku hukum tak tertulis: tamu belum disambut sebelum disuguhi minum. Sekadar air putih pun jadi. Gelasnya murah, tetapi maknanya mahal: engkau kuterima. Begitu pentingnya, sampai tuan rumah merasa bersalah bila suguhan itu terlambat keluar.

Injil hari ini dibuka dengan kalimat-kalimat yang berat. Pedang, salib, kehilangan nyawa. Mengikut Yesus ternyata bukan jalan santai; Ia menuntut tempat pertama di hati, di atas segala ikatan. Tetapi bacalah sampai akhir. Tuntutan sebesar itu ditutup dengan ukuran sekecil ini: barangsiapa memberi secangkir air sejuk kepada salah seorang yang kecil ini, ia tidak akan kehilangan upahnya. Puncaknya tinggi, anak tangganya rendah. Kesetiaan yang besar dicicil lewat kebaikan-kebaikan kecil yang bisa dikerjakan hari ini juga.

Yesaya mengingatkan sisi sebaliknya. Ibadah bisa banyak dan tetap ditolak Allah, bila tangan yang menadah doa itu penuh darah. Maka perintah-Nya terdengar seperti pelajaran anak sekolah: berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, belalah anak yatim, perjuangkanlah perkara janda.

Agama yang besar diuji bukan hanya di altar, melainkan di gelas air yang kita ulurkan.

Siapa "orang kecil" di dekatku yang sedang menunggu secangkir air sejuk dari tanganku hari ini?

Tuhan, terimalah kebaikan-kebaikan kecilku sebagai cicilan kesetiaanku kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →