Sabtu, 27 Juni 2026
Kalimat Seorang Perwira
Setiap kali Misa, menjelang komuni, seluruh gereja mengucapkan kalimat yang sama: ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Tahukah kita dari mana asal kalimat itu? Bukan dari paus, bukan dari pujangga Gereja. Dari mulut seorang perwira Romawi, tentara penjajah.
Kemarin kita mendengar Yesus menjamah orang kusta. Hari ini seorang perwira di Kapernaum memohon bagi hambanya yang lumpuh. Ketika Yesus menawarkan diri datang ke rumahnya, perwira itu menolak dengan halus: Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebagai militer ia paham cara kerja perintah: kata yang berwibawa tidak perlu diantar badan.
Yesus heran. Injil jarang sekali mencatat Yesus heran. Iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel, kata-Nya.
Perwira itu punya dua hal yang jarang berjalan bersama: kuasa dan kerendahan hati. Ia terbiasa memberi perintah, tapi di hadapan Yesus ia memilih menunduk. Dan Gereja memutuskan: kalimat orang asing inilah yang paling pantas diucapkan setiap kita sebelum menyambut Tuhan.
Sadarkah kita betapa besar isi kalimat yang sering kita ucapkan sambil lalu itu?
Tuhan, aku tidak layak, tetapi bersabdalah saja. Sepatah kata-Mu cukup untuk menyembuhkan seisi hidupku. Amin.