‹ Semua renungan

Senin, 22 Juni 2026

Balok dan Kelilipan

Kelilipan itu perkara kecil yang luar biasa. Sebutir debu, nyaris tak kasatmata, masuk ke mata. Seketika dunia berhenti. Mata pedih, air mata bercucuran, semua pekerjaan ditunda demi mengeluarkan si kecil itu.

Yesus rupanya tahu betul rasa kelilipan ketika menyusun sindiran hari ini: mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Gambarannya sengaja dibuat lucu supaya kita tertawa dulu sebelum tertunduk. Orang dengan balok di mata menawarkan diri menjadi ahli pengeluaran debu dari mata orang lain.

Anehnya, memang begitu cara kerja mata kita. Untuk kesalahan orang lain, mata kita seperti kaca pembesar. Untuk kesalahan sendiri, mata kita mendadak rabun. Kita hafal betul kelemahan pasangan, rekan kerja, pengurus lingkungan. Kelemahan sendiri? Perlu ditanya dulu, itu pun sambil membela diri.

Yesus tidak melarang menegur. Ia mengatur urutannya: keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk menolong saudaramu. Teguran yang lahir dari mata yang sudah dibersihkan rasanya berbeda: tidak menghakimi, melainkan menolong.

Sebelum menilai orang hari ini, beranikah kita bertanya dulu: balok apa yang sedang bersarang di mataku?

Tuhan, celikkanlah mataku atas kesalahanku sendiri, supaya pandanganku kepada sesama menjadi jernih dan penuh kasih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →