‹ Semua renungan

Sabtu, 20 Juni 2026

Bunga di Pinggir Jalan

Di pinggir jalan kampung, rumput liar berbunga kecil-kecil. Tidak ada yang menanamnya, tidak ada yang menyiram. Besok mungkin dibabat orang. Tapi pagi ini ia berbunga sempurna, seolah ada yang mendandaninya diam-diam.

Yesus menyuruh kita memandang yang sehari-hari terinjak itu: perhatikanlah bunga bakung di ladang. Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Juga burung-burung: tidak menabur, tidak menuai, namun diberi makan.

Kemarin kita diingatkan bahwa hati mengikuti harta. Hari ini Yesus menunjuk penyakit yang lahir dari harta yang salah tempat: kuatir. Kata itu diulang-Nya sampai enam kali dalam perikop ini. Kuatir soal makan, minum, pakaian, hari besok. Dan pertanyaan-Nya menohok: siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Tidak ada. Kekuatiran tidak pernah memperpanjang umur, hanya mencuri hari ini.

Resep Yesus bukan bekerja lebih keras atau lebih santai, melainkan membereskan urutan: carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dahulu. Ini soal urutan, bukan soal jumlah.

Kekuatiran apa yang paling sering mencuri tidur kita belakangan ini?

Bapa, Engkau mendandani rumput dan memberi makan burung. Masakan Engkau melupakan aku? Kembalikanlah urutan hidupku: Kerajaan-Mu dahulu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →