Sabtu, 20 Juni 2026

Sabtu XI Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama 2 Tawarikh 24:17-25

Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya. Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!" Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN. Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!" Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik. Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas. Ketika mereka pergi dari padanya, --mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat--pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

Mazmur Tanggapan Mazmur 89:4-5,29-34

(89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
(89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
(89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.
(89-31) Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,
(89-32) jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,
(89-33) maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.
(89-34) Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.
(89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Bacaan Injil Matius 6:24-34

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Renungan

Bunga di Pinggir Jalan

Di pinggir jalan kampung, rumput liar berbunga kecil-kecil. Tidak ada yang menanamnya, tidak ada yang menyiram. Besok mungkin dibabat orang. Tapi pagi ini ia berbunga sempurna, seolah ada yang mendandaninya diam-diam.

Yesus menyuruh kita memandang yang sehari-hari terinjak itu: perhatikanlah bunga bakung di ladang. Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Juga burung-burung: tidak menabur, tidak menuai, namun diberi makan.

Kemarin kita diingatkan bahwa hati mengikuti harta. Hari ini Yesus menunjuk penyakit yang lahir dari harta yang salah tempat: kuatir. Kata itu diulang-Nya sampai enam kali dalam perikop ini. Kuatir soal makan, minum, pakaian, hari besok. Dan pertanyaan-Nya menohok: siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Tidak ada. Kekuatiran tidak pernah memperpanjang umur, hanya mencuri hari ini.

Resep Yesus bukan bekerja lebih keras atau lebih santai, melainkan membereskan urutan: carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dahulu. Ini soal urutan, bukan soal jumlah.

Kekuatiran apa yang paling sering mencuri tidur kita belakangan ini?

Bapa, Engkau mendandani rumput dan memberi makan burung. Masakan Engkau melupakan aku? Kembalikanlah urutan hidupku: Kerajaan-Mu dahulu. Amin.

Invitatorium

SABTU III PAGI

Pembukaan

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ave Maria, gratia plena

Dominus tecum

Benedicta tu in mulieribus

Et benedictus fructus ventris tui, Jesus

Sancta Maria, Mater Dei

Ora pro nobis peccatoribus

Nunc et in hora mortis nostrae

Amin.

Terjemahan Bahasa Indonesia:
Salam Maria, penuh rahmat

Tuhan sertamu

Terpujilah Engkau di antara wanita

Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus

Santa Maria, Bunda Allah

Doakanlah kami orang berdosa

Sekarang dan waktu kami mati

Amin.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tiada yang melakukan keajaiban seperti Tuhan; kasih-Nya kekal abadi.

Mazmur 136

Himne Paskah

Kita memuji Allah dengan mengenang karya-karya-Nya yang ajaib (Cassiodorus)
I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

yang sendiri melakukan keajaiban besar,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

yang dengan hikmat-Nya menciptakan langit,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

yang menegakkan bumi di atas air,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Dialah yang menciptakan benda-benda penerang yang besar,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

matahari untuk menguasai siang,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam,

sebab kasih-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tiada yang melakukan keajaiban seperti Tuhan; kasih-Nya kekal abadi.

Ant. 2 Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan perkasa dan lengan terentang.

II
Ia membunuh anak sulung Mesir,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

dengan lengan terentang, dengan kuasa di tangan-Nya,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia membelah Laut Merah menjadi dua,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

Ia membuat Israel melintas di tengah-tengahnya,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

Ia menenggelamkan Firaun dan pasukannya di laut,

sebab kasih-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan perkasa dan lengan terentang.

Ant. 3 Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

III
Melalui padang gurun Ia memimpin umat-Nya,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Bangsa-bangsa yang besar Ia kalahkan,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Raja-raja yang megah Ia bunuh,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Sihon, raja orang Amori,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

dan Og, raja Basan,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia memberikan tanah mereka kepada Israel sebagai warisan,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Kepada hamba-Nya Ia menganugerahkan tanah mereka,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia mengingat kita dalam kesusahan kita,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Dan Ia melepaskan kita dari musuh-musuh kita,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia memberi makan kepada segala makhluk hidup,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Kepada Allah surga bersyukurlah,

sebab kasih-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Pencipta kami, betapa ajaibnya Engkau menciptakan kami. Engkau mengubah debu menjadi gambar-Mu sendiri dan memberinya bagian dalam kodrat-Mu sendiri; namun Engkau lebih ajaib dalam mengampuni orang yang telah memberontak terhadap-Mu. Anugerahkanlah kiranya, agar di mana dosa berlimpah, rahmat semakin berlimpah, sehingga kami dapat menjadi lebih kudus melalui pengampunan dan lebih bersyukur kepada-Mu.

Ant. Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, tunjukkanlah jalan-jalan-Mu kepadaku,

Ajarlah aku berjalan di jejak-Mu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Yosua

24:1-7, 13-28

Pembaharuan perjanjian di tanah terjanji
Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem, memanggil para tua-tua mereka, para pemimpin mereka, para hakim mereka, dan para pengawas mereka. Ketika mereka berdiri berbaris di hadapan Allah, Yosua berkata kepada seluruh bangsa: “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Dahulu kala nenek moyangmu, sampai Terah, bapa Abraham dan Nahor, tinggal di seberang Sungai dan melayani allah-allah lain. Tetapi Aku membawa bapa Abrahammu dari daerah seberang Sungai dan menuntunnya melalui seluruh tanah Kanaan. Aku membuat keturunannya banyak, dan memberinya Ishak. Kepada Ishak Aku memberi Yakub dan Esau. Kepada Esau Aku menetapkan daerah pegunungan Seir untuk didiami, sedangkan Yakub dan anak-anaknya pergi ke Mesir.

“Kemudian Aku mengutus Musa dan Harun, dan memukul Mesir dengan keajaiban-keajaiban yang Aku lakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu Aku menuntun kamu keluar dari Mesir, dan ketika kamu sampai di laut, orang Mesir mengejar nenek moyangmu sampai ke Laut Merah dengan kereta dan penunggang kuda. Karena mereka berseru kepada Tuhan, Ia menaruh kegelapan antara umatmu dan orang Mesir, atas siapa Ia mendatangkan laut sehingga menenggelamkan mereka. Kamu menyaksikan apa yang Aku lakukan kepada Mesir, dan tinggal lama di padang gurun.

“Aku memberi kamu tanah yang tidak kamu garap dan kota-kota yang tidak kamu bangun, untuk didiami; kamu telah makan dari kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanam.

“Maka sekarang, takutilah Tuhan dan layanilah Dia dengan sepenuh hati dan tulus. Buanglah allah-allah yang dilayani nenek moyangmu di seberang Sungai dan di Mesir, dan layanilah Tuhan. Jika tidak menyenangkan bagimu untuk melayani Tuhan, putuskanlah hari ini siapa yang akan kamu layani, allah-allah yang dilayani nenek moyangmu di seberang Sungai atau allah-allah orang Amori di negeri tempat kamu tinggal. Adapun aku dan keluargaku, kami akan melayani Tuhan.”

Tetapi bangsa itu menjawab, “Jauhlah dari kami untuk meninggalkan Tuhan demi melayani allah-allah lain. Sebab Tuhan, Allah kami, yang membawa kami dan nenek moyang kami keluar dari tanah Mesir, dari keadaan perbudakan. Ia melakukan mukjizat-mukjizat besar itu di depan mata kami dan melindungi kami sepanjang perjalanan kami dan di antara semua bangsa yang kami lewati. Pada kedatangan kami, Tuhan mengusir orang Amori yang tinggal di tanah itu. Oleh karena itu kami juga akan melayani Tuhan, sebab Dialah Allah kami.”

Yosua kemudian berkata kepada bangsa itu, “Kamu mungkin tidak dapat melayani Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang kudus; Ia adalah Allah yang cemburu yang tidak akan mengampuni pelanggaran-pelanggaranmu atau dosa-dosamu. Jika, setelah kebaikan yang telah Ia lakukan bagimu, kamu meninggalkan Tuhan dan melayani allah-allah asing, Ia akan melakukan kejahatan kepadamu dan membinasakan kamu.”

Tetapi bangsa itu menjawab Yosua, “Kami akan tetap melayani Tuhan.” Yosua kemudian berkata kepada bangsa itu, “Kamu adalah saksi-saksi sendiri bahwa kamu telah memilih untuk melayani Tuhan.” Mereka menjawab, “Memang benar!” “Maka sekarang, buanglah allah-allah asing yang ada di antara kamu dan palingkanlah hatimu kepada Tuhan, Allah Israel.” Kemudian bangsa itu berjanji kepada Yosua, “Kami akan melayani Tuhan, Allah kami, dan menaati suara-Nya.”

Maka Yosua membuat perjanjian dengan bangsa itu pada hari itu dan membuat ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan bagi mereka di Sikhem, yang ia catat dalam kitab hukum Allah. Kemudian ia mengambil sebuah batu besar dan mendirikannya di sana di bawah pohon ek yang ada di tempat kudus Tuhan. Dan Yosua berkata kepada seluruh bangsa, “Batu ini akan menjadi saksi kita, sebab ia telah mendengar semua perkataan yang Tuhan katakan kepada kita. Ia akan menjadi saksi terhadap kamu, jika kamu ingin menyangkal Allahmu.” Kemudian Yosua membubarkan bangsa itu, masing-masing ke warisannya sendiri.

RESPONSORIUM Yosua 26:16,24; 1 Korintus 8:5-6

Jauhlah dari kami untuk berpaling dari Tuhan, untuk melayani allah-allah lain.

Kami akan melayani Tuhan Allah kami dan akan menaati suara-Nya.
Meskipun ada yang disebut allah, baik di surga maupun di bumi, bagi kami hanya ada satu Allah.

Kami akan melayani Tuhan Allah kami dan akan menaati suara-Nya.
Bacaan Kedua

Dari Penjelasan Mazmur oleh Santo Ambrosius, uskup

Aku akan bernyanyi dalam roh, dan dengan pengertian
Apa yang lebih menyenangkan daripada mazmur? Daud mengungkapkannya dengan baik: Pujilah Tuhan, sebab nyanyian pujian itu baik: biarlah ada pujian bagi Allah kita dengan sukacita dan rahmat. Ya, mazmur adalah berkat di bibir umat, himne pujian bagi Allah, penghormatan jemaat, aklamasi umum, perkataan yang berbicara untuk semua, suara gereja, pengakuan iman dalam nyanyian. Itu adalah suara persetujuan penuh, sukacita kebebasan, hari kebahagiaan, gema kegembiraan. Itu menenangkan amarah, mengalihkan dari kekhawatiran, meringankan beban kesedihan. Itu adalah sumber keamanan di malam hari, pelajaran kebijaksanaan di siang hari. Itu adalah perisai ketika kita takut, perayaan kekudusan, visi ketenangan, janji kedamaian dan harmoni. Itu seperti kecapi, membangkitkan harmoni dari perpaduan nada. Hari dimulai dengan musik mazmur. Hari berakhir dengan gema mazmur.

Dalam mazmur, pengajaran bersaing dengan keindahan. Kita bernyanyi untuk kesenangan. Kita belajar untuk keuntungan kita. Pengalaman apa yang tidak tercakup oleh pembacaan mazmur? Aku menemukan kata-kata: Nyanyian untuk yang terkasih, dan aku terbakar dengan kerinduan akan kasih Allah. Aku melalui wahyu Allah dalam segala keindahannya, isyarat-isyarat kebangkitan, karunia-karunia janji-Nya. Aku belajar menghindari dosa. Aku melihat kesalahanku dalam merasa malu untuk bertobat dari dosa-dosaku.

Apa itu mazmur selain alat musik untuk mengungkapkan semua kebajikan? Pemazmur zaman dahulu menggunakannya, dengan bantuan Roh Kudus, untuk membuat bumi menggemakan musik surga. Ia menggunakan usus senar yang mati untuk menciptakan harmoni dari berbagai nada, untuk mengirimkan ke surga nyanyian pujian Allah. Dengan demikian ia mengajari kita bahwa kita harus terlebih dahulu mati terhadap dosa, dan kemudian menciptakan dalam hidup kita di bumi harmoni melalui perbuatan-perbuatan baik, jika rahmat pengabdian kita ingin mencapai Tuhan.

Daud demikian mengajari kita bahwa kita harus menyanyikan nyanyian pujian batiniah, seperti Santo Paulus, yang mengatakan kepada kita: Aku akan berdoa dalam roh, dan juga dengan pengertian; Aku akan bernyanyi dalam roh, dan juga dengan pengertian. Kita harus membentuk hidup kita dan membentuk tindakan kita dalam terang hal-hal yang di atas. Kita tidak boleh membiarkan kesenangan membangkitkan nafsu jasmani, yang membebani jiwa kita alih-alih membebaskannya. Nabi suci mengatakan kepada kita bahwa nyanyian pujiannya adalah untuk merayakan pembebasan jiwanya, ketika ia berkata: Aku akan bernyanyi bagi-Mu, Allah, dengan kecapi, Yang Kudus Israel; bibirku akan bersukacita ketika aku telah bernyanyi bagi-Mu, dan jiwaku juga, yang telah Engkau bebaskan.

RESPONSORIUM Mazmur 92:2-4

Adalah baik untuk bersyukur kepada Tuhan,

untuk menyanyikan nama-Mu, Yang Mahatinggi.
Adalah baik untuk bersyukur dengan kecapi sepuluh senar dan gambus dan untuk bernyanyi dengan melodi harpa.

Untuk menyanyikan nama-Mu, Yang Mahatinggi.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

dari-Mu segala yang baik datang,

anugerahkanlah kiranya kepada kami, yang memohon kepada-Mu dalam kebutuhan kami,

agar atas dorongan-Mu kami dapat membedakan apa yang benar,

dan dengan bimbingan-Mu melakukannya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Kristus cahaya dunia
Terbitlah bagaikan surya
Datanglah, kami menunggu
Kami siap menyambutMu.

Kristus Anakdomba Paska
Yang dibunuh namun jaya
Datanglah, kami menanti
Sudah rindu hati kami.

Kristus gembala utama
Yang wafat membela domba
Datanglah, jangan terlambat
Kami mendambakan slamat.

Terpujilah Yesus Kristus
Dengan Bapa dan Roh kudus
Yang hidup dan berkuasa
Kini dan sepanjang masa. Amin.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.

Kebij 9,1-12

Allah leluhur kami, Tuhan yang berbelaskasih,*
Engkau menciptakan semesta alam dengan sabdaMu.

Engkau membentuk manusia dengan hikmatMu,*
agar ia menguasai makhluk ciptaanMu,

agar ia memerintah dunia dengan suci dan adil,*
dan memegang kekuasaan dengan lurus hati.

Berikanlah kepadaku hikmat yang memerintah bersama Engkau,*
dan janganlah aku Kauusir dari lingkungan anakMu.

Sebab aku ini hambaMu dan anak sahayaMu,+
manusia yang lemah dan pendek umur,*
kurang pengertian tentang hukum dan keadilan.

Bahkan orang yang paling sempurna tidak berarti sama sekali,*
kalau tidak mempunyai hikmat yang berasal dari padaMu.

Engkau telah memilih aku menjadi raja bangsaMu,*
untuk memerintah putera-puteriMu.

Engkau menyuruh aku membangun kenisah di atas gunungMu yang kudus,+
dan mesbah dalam kota kediamanMu,*
gambaran yang serupa dengan kemah suci di surga.

PadaMulah hikmat yang mengenal segala karyaMu,*
yang hadir tatkala Engkau menciptakan bumi.

Ia mengetahui yang baik di hadapanMu,*
dan yang sesuai dengan firmanMu.

Utuslah hikmat itu dari surga suci,*
dari takhtaMu yang mulia.

Agar mendampingi aku dalam usahaku,*
untuk mengetahui yang baik di hadapanMu.

Sebab hikmatMu mengetahui dan memahami segala-galanya,+
ia menuntun aku dengan bijaksana dalam segala tingkah laku,*
dan melindungi aku dengan cahaya kemuliaannya.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.

Ant.3 Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.

Sebab besar kasihNya kepada kita,*
kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.3: Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya kamu tiada bercela dan tiada bernoda. Sebab kamu harus hidup di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sebagai anak-anak Allah yang lurus hati. Maka kamu akan bercahaya di antara mereka laksana bintang-bintang yang menyinari dunia.

Lagu Singkat

P: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,* Engkaulah yang melindungi aku. U: Aku. P: Engkaulah warisanku yang menghidupkan. U: Engkaulah yang melindungi aku. P: Kemuliaan. U: Aku.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Allah memuliakan Maria, bunda Kristus, di atas semua makhluk di surga dan di dunia. Marilah kita penuh kepercayaan berdoa kepada Allah:
U: Indahkanlah bunda PuteraMu, dan dengarkanlah kami.
P: Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya.
P: Engkau mendorong Maria untuk menerima sabdaMu dan menjadi hambaMu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya.
P: Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika PuteraMu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkaulah sumber dan pangkal keselamatan kami. Semoga kami selalu berusaha menyatakan kemuliaanMu dengan tingkah laku kami, sehingga di surgapun kami Kauizinkan memuji Engkau selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU III SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119), 121-128

Aku bertindak adil dan jujur,*
jangan aku Kauserahkan kepada pemerasku.

Jaminlah kesejahteraan hambaMu,*
jangan sampai orang sombong menganiaya aku.

Mataku sangat merindukan keselamatanMu,*
dan keadilan yang Kaujanjikan.

Perlakukanlah hambaMu sesuai dengan kasih setiaMu,*
dan ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

HambaMulah aku, beri aku pengertian,*
supaya aku memahami perintahMu.

Ya Tuhan, telah tiba saatnya Engkau bertindak,*
mereka telah memperkosa hukumMu.

Itulah sebabnya aku mencintai perintahMu,*
melebihi emas yang paling murni.

Itulah sebabnya aku hidup sesuai dengan segala titahMu,*
segala jalan dusta kubenci.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*
mulutku tetap menyanyikan pujianNya.

Karena Tuhan aku bermegah-megah,*
hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.

Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*
mari kita bersama memasyhurkan namaNya.

Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*
Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.

Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*
Ia tak akan mengecewakan dikau.

Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*
Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.

Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*
untuk melindunginya terhadap bahaya.

Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*
berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.

Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*
sebab yang takwa tidak berkekurangan.

Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*
yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Ant.3: Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*
kuajar kamu menjadi takwa.

Siapakah yang merindukan hidup,*
merindukan umur panjang penuh bahagia?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*
dan bibirmu jangan menipu.

Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*
perjuangkanlah damai sejahtera.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*
telingaNya kepada seruan mereka

Wajah Tuhan menentang para penjahat,*
untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*
dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.

Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat,*
Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.

Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*
tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.

Tuhan melindungi segala tulangnya,*
tak satupun akan dipatahkan.

Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*
yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.

Tuhan menyelamatkan para hambaNya,*
semua yang berlindung kepadaNya tidak menanggung hukuman.

Ant.3: Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.

Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)

Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menentang dan saling mendengking. Hendaklah kita saling menanggung beban. Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

P: Alangkah baik dan menyenangkan.
U: Tinggal bersama sebagai saudara.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU IV SORE I

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Ant.1: Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Ant.1: Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.

Ant.2: Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.

Ant.3: Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.

Bacaan Singkat (2Ptr 1,19-20)

Karena Kristus, sabda para nabi menjadi lebih teguh bagi kita. Baiklah kamu memperhatikannya, seperti seorang dalam kegelapan memperhatikan pelita yang bercahaya sampai fajar menyingsing dan bintang kejora terbit dalam hatinya. Perhatikanlah pertama-tama bahwa nubuat-nubuat Kitab suci tak boleh ditafsirkan sesuka hati. Sebab nubuat itu tak pernah timbul karena kehendak manusia. Tetapi berkat dorongan Roh kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Lagu Singkat

P: Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji. U: Dari. P: Kemuliaan Tuhan mengatasi langit. U: Nama Tuhan patut dipuji. P: Kemuliaan. U: Dari.

Ant.Kidung (Mi IV): Melihat orang banyak datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah dia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Melihat orang banyak datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah dia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara.

Doa Permohonan

Kristus menggembirakan semua orang yang berharap kepadaNya. Sebab itu marilah kita berdoa:
U: Pandanglah dan dengarkanlah kami, ya Tuhan.
P: Kristus, Engkaulah saksi yang setia, Engkau telah bangkit dari alam maut, dan dalam darahMu Engkau menyucikan kami dari dosa,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang luhur.
P: Semoga semua orang yang Kaupanggil sebagai pewarta Injil,* melayani rahasia kerajaanMu dengan tekun dan setia.
P: Raja damai, semoga RohMu memenuhi hati para pemimpin bangsa-bangsa,* supaya mereka memperhatikan orang yang miskin dan papa.
P: Bantulah semua orang yang dipandang hina karena suku atau warna kulit, karena tingkat hidup, bahasa atau agamanya,* agar hak dan mertabat mereka diakui sepenuhnya.
P: Terimalah semua orang yang telah meninggal dalam cintaMu dan ikut sertakanlah mereka dalam kebahagiaan,* bersama santa perawan Maria dan semua orang kudusMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Santo Silverius

Paus dan Martir

Silverius dikenal sebagai seorang yang bersemangat, berani, jujur dan tidak takut melakukan kewajibannya. Tetapi justru karena sifat-sifat ini, ia mengalami banyak penderitaan.

Ia terpilih menjadi Paus pada tahun 536 menggantikan Paus Agapitus. Dalam kepemimpinannya ia memecat Batrik Anthimus di Konstantinopel karena ajaran bidaah yang disebarkannya. Tetapi Batrik Anthimus dilindungi oleh Teodosia, istri kaisar. Teodosia meminta kepada Paus Silverius agar Batrik Anthimus dimaafkan dan diangkat kembali sebagai Patriark Konstantinopel.

Tetapi karena Anthimus sendiri tidak bersedia mengubah sikapnya, maka permintaan Teodosia itu secara halus ditolak oleh Silverius. Silverius berani mengatakan penolakan itu meskipun ia tahu bahwa tindakannya itu akan mendatangkan malapetaka atas dirinya. Kepada seorang anak Teodosius, Silverius mengatakan: “Sudah jelas bagiku apa yang akan terjadi atas diri. Penolakanku terhadap permintaan Teodosia, ibumu, tentu menimbulkan kemarahan besar.”

Akhirnya terjadi pula apa yang dirasakannya. Ia ditangkap oleh panglima Belisarius di Roma, dan dibuang sebagai tawanan di sebuah tempat sunyi di Asia Kecil. Kemudian atas usul kaisar Vigilius, Paus Silverius kembali ke tahktanya. Tetapi ia tetap tidak bersedia mengangkat seorang pengajar aliran sesat menjadi patriark. Ia sekali lagi ditangkap dan dibuang ke Palmaria, tempat ia meninggal dunia dalam keadaan serba kekurangan dan penderitaan besar pada tahun 538. Ia memimpin Gereja selama dua tahun dengan penuh penderitaan.