‹ Semua renungan

Selasa, 16 Juni 2026

Matahari untuk Ahab

Matahari pagi tidak memeriksa daftar penghuni sebelum menyinari sebuah rumah. Rumah orang saleh dan rumah orang licik mendapat cahaya yang sama. Hujan pun turun tanpa bertanya siapa pemilik sawah di bawahnya.

Yesus menunjuk kenyataan sehari-hari itu untuk menyingkap isi hati Bapa: Ia menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik. Maka kasihilah musuhmu, berdoalah bagi yang menganiaya kamu. Sebab mengasihi orang yang mengasihi kita, kata Yesus, pemungut cukai pun bisa.

Bacaan pertama memberi contoh yang hampir sulit diterima. Kemarin kita mendengar Nabot dibunuh dan kebunnya dirampas. Hari ini Elia datang membawa vonis Tuhan kepada Ahab. Lalu terjadi hal tak terduga: Ahab, raja yang keji itu, mengoyakkan pakaiannya, berpuasa, tidur berbalut kain kabung. Dan Tuhan berkata kepada Elia: sudahkah kaulihat, Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Maka malapetaka itu ditunda.

Bahkan untuk Ahab, matahari masih diterbitkan. Bahkan pembunuh Nabot masih diberi ruang bertobat. Keadilan Tuhan tidak dibatalkan, tapi belas kasih-Nya selalu berangkat lebih pagi.

Kita bagaimana? Sering kita menutup pintu bagi orang yang menyakiti kita, bahkan setelah ia menunduk minta maaf.

Kepada siapa kita masih pelit matahari?

Bapa, terbitkanlah matahari-Mu lewat aku, juga bagi orang yang paling sulit kukasihi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →