‹ Semua renungan

Rabu, 17 Juni 2026

Jubah yang Jatuh

Di lemari banyak keluarga tersimpan sehelai baju peninggalan. Kemeja ayah, kebaya nenek. Kainnya mungkin sudah lusuh, tapi tidak ada yang berani membuangnya. Yang disimpan sebenarnya bukan kain. Yang disimpan adalah orangnya.

Hari ini Elia diangkat ke sorga dalam angin badai, dan yang jatuh ke tanah hanyalah jubahnya. Elisa memungut jubah itu. Sebelumnya ia meminta yang lebih berani: biarlah aku mendapat dua bagian dari rohmu. Ia tidak meminta kereta berapi, tidak meminta kenang-kenangan. Ia meminta roh. Lalu di tepi Yordan ia memukulkan jubah itu ke air sambil berseru: di manakah TUHAN, Allah Elia? Air terbelah. Roh itu sungguh berpindah.

Warisan sejati memang bukan barang. Orang tua boleh mewariskan rumah dan sawah, tapi warisan yang menentukan adalah rohnya: kejujurannya, doanya, cara ia bertahan dalam susah. Banyak anak menerima harta tanpa menerima roh, dan harta itu tandas dalam hitungan tahun.

Injil hari ini menambah dalam: sedekah, doa dan puasa yang sejati dilakukan tersembunyi, cukup dilihat Bapa. Roh macam itulah yang layak diwariskan. Bukan nama besar, melainkan kesetiaan yang tidak dilihat orang.

Roh apa yang sedang kita wariskan kepada orang-orang sesudah kita?

Tuhan, Allah Elia dan Elisa, wariskanlah roh kesetiaan itu kepadaku, dan biarlah kuteruskan kepada anak-anak zaman ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →