‹ Semua renungan

Kamis, 11 Juni 2026

Awan Sebesar Telapak Tangan

Petani menatap langit dengan cara yang berbeda dari kita. Kita melihat mendung sebagai gangguan jemuran. Petani melihatnya sebagai janji. Setitik awan di ufuk bisa membuatnya bergegas pulang dengan hati ringan.

Setelah kemenangan besar di Karmel yang kita dengar kemarin, Elia naik ke puncak gunung dan berdoa memohon hujan. Ia menyuruh bujangnya melihat ke arah laut. Tidak ada apa-apa. Pergilah sekali lagi. Tetap tidak ada. Tujuh kali ia menyuruh, tujuh kali menunggu. Baru pada kali ketujuh tampak awan kecil sebesar telapak tangan. Bagi Elia itu cukup. Ia tahu hujan lebat sedang berjalan mendatanginya.

Doa sering seperti itu. Enam kali kita menengok, langit kosong. Banyak orang berhenti pada tengokan keempat atau kelima. Padahal jawaban Tuhan kerap datang sebesar telapak tangan dulu: pertanda kecil, kemajuan tipis, pintu yang terbuka sedikit. Yang punya iman melihatnya dan bergegas. Yang tidak, menganggapnya kebetulan.

Hari ini Gereja mengenang Santo Barnabas. Namanya berarti anak penghiburan. Ialah yang melihat awan kecil bernama Saulus, bekas penganiaya yang dicurigai semua orang, dan mempercayainya sebagai hujan besar bagi Gereja.

Awan kecil apa yang sedang Tuhan tunjukkan kepada kita?

Tuhan, berilah aku ketekunan Elia dan mata Barnabas, yang melihat karya-Mu sejak masih sebesar telapak tangan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →