‹ Semua renungan

Senin, 8 Juni 2026

Roti dari Paruh Gagak

Kemarau panjang selalu menakutkan. Sumur mengering, sawah retak-retak, harga beras merangkak naik. Orang mulai menghitung: cukupkah persediaan sampai hujan turun?

Elia mengalami kemarau yang ia umumkan sendiri atas perintah Tuhan: tidak akan ada embun dan hujan pada tahun-tahun ini. Lalu Tuhan menyuruhnya bersembunyi di tepi sungai Kerit. Yang mengurus makannya bukan lumbung kerajaan, melainkan burung gagak. Pagi dan petang gagak datang membawa roti dan daging.

Gagak. Bukan merpati yang anggun, bukan rajawali yang gagah. Burung hitam pemakan bangkai, najis menurut hukum Musa. Tuhan rupanya suka mengirim rezeki lewat kurir yang tidak kita duga dan mungkin tidak kita sukai.

Injil hari ini membuka Sabda Bahagia: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah. Miskin di hadapan Allah artinya berdiri seperti Elia di tepi sungai itu. Tidak memegang apa-apa, tidak mengatur apa-apa, hanya menengadah dan menerima.

Kita sering cemas justru karena ingin memegang kendali penuh atas rezeki. Padahal pengalaman berkali-kali membuktikan: pertolongan datang dari arah yang tidak masuk hitungan kita.

Lewat gagak mana saja Tuhan pernah memberi kita makan?

Tuhan, aku sering cemas soal hari esok. Ajarilah aku duduk tenang di tepi sungai-Mu dan percaya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →