Selasa, 2 Juni 2026
Gambar Siapa Ini
Coba keluarkan selembar uang dari dompet. Ada gambar pahlawan di sana, ada tanda tangan, ada cap negara. Uang itu sah karena ada gambarnya. Gambar menunjukkan siapa yang berkuasa atasnya.
Kemarin kita mendengar para pemuka pergi dengan gusar, karena tahu perumpamaan kebun anggur itu menunjuk mereka. Hari ini mereka kembali membawa jerat: bolehkah membayar pajak kepada Kaisar? Dijawab ya, Yesus dianggap antek penjajah. Dijawab tidak, Ia pemberontak.
Yesus minta ditunjukkan satu dinar. Gambar siapa ini? Gambar Kaisar. Maka berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib bagi Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib bagi Allah.
Jawaban itu lebih dalam dari sekadar lolos dari jerat. Kalau koin bergambar Kaisar milik Kaisar, lalu apa yang bergambar Allah? Kitab Kejadian sudah lama menjawab: manusia diciptakan menurut gambar Allah. Koin boleh disetor ke kas negara. Tapi diri kita, seluruhnya, tercetak dengan gambar yang lain.
Kaisar boleh menagih pajak. Ia tidak berhak menagih hati, nurani, dan sembah kita. Itu wilayah Sang Pemilik gambar.
Pertanyaannya jadi sederhana: sudahkah kita menyerahkan kepada Allah apa yang bergambar Allah?
Tuhan, pada diriku terukir gambar-Mu. Jangan biarkan aku menyerahkannya kepada pemilik yang salah. Amin.