‹ Semua renungan

Sabtu, 30 Mei 2026

Lembut kepada yang Ragu

Ketika orang di dekat kita mulai ragu soal iman, godaan pertama biasanya menghakimi. Kita anggap ia lemah, kurang doa, malas ke gereja. Padahal keraguan jarang sembuh oleh hardikan.

Yudas, dalam suratnya yang pendek, memberi nasihat yang halus untuk situasi ini: "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu." Bukan usir, bukan cap sesat. Belas kasihan. Orang yang ragu bukan musuh iman; ia sedang bergulat, dan bergulat itu perlu ditemani, bukan ditinggalkan.

Yudas juga membedakan cara. Ada yang perlu "dirampas dari api", ditolong dengan tegas. Ada pula yang cukup dirangkul dengan lembut. Kebijaksanaan justru terletak pada membedakan siapa perlu apa. Tidak semua orang disembuhkan dengan cara yang sama.

Tetapi sebelum menolong orang lain, Yudas menyuruh membenahi diri: "bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah." Kita hanya bisa lembut kepada yang ragu bila diri kita sendiri berakar kuat.

Dalam Injil, para pemuka menolak menjawab pertanyaan Yesus, bukan karena tidak tahu, melainkan karena menghitung untung rugi. Itu bukan keraguan yang jujur, melainkan keras hati yang berpura-pura ragu. Keduanya berbeda, dan hanya kasih yang sabar bisa membedakannya.

Siapa di sekitar kita yang sedang ragu, dan sudahkah kita perlakukan dengan belas kasihan?

Tuhan, kuatkanlah imanku, dan lewat aku tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang sedang bergulat dengan keraguan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →