‹ Semua renungan

Senin, 18 Mei 2026

Punya tapi Belum Dinyalakan

Ada orang mewarisi rumah lengkap dengan isinya, tapi bertahun-tahun hidup seperti kekurangan. Lampu terpasang, tapi tak pernah dinyalakan. Sumur ada, tapi timba tergantung kering. Bukan karena tak punya, melainkan karena tak tahu itu bisa dipakai.

Di Efesus Paulus menjumpai beberapa murid dan bertanya: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Jawaban mereka mengejutkan: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Sudah dibaptis, sudah bertobat, tapi hidup tanpa tahu ada kuasa yang menyertai.

Bukankah banyak dari kita begitu? Dibaptis sejak bayi, ikut Misa, hafal doa. Tapi kalau ditanya soal Roh Kudus, kita gagap. Ia yang paling dekat justru terasa paling asing. Kita hidup seolah iman cuma soal aturan dan kebiasaan, bukan soal kuasa yang hidup di dalam.

Ketika Paulus menumpangkan tangan, turunlah Roh, dan orang-orang itu berubah. Bukan mereka menjadi orang baru; mereka baru menyalakan apa yang sebenarnya sudah tersedia.

Orang Jawa punya ungkapan untuk ini: urip iku urup, hidup itu semestinya menyala. Roh Kudus persis untuk itu. Yesus dalam Injil menjanjikan bekal bagi dunia yang keras: "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Kekuatan itu bukan tenaga kita sendiri, melainkan Roh yang menyertai.

Kuasa Roh yang mana yang sebenarnya sudah kita miliki, tapi belum pernah kita nyalakan?

Roh Kudus, aku sering hidup seolah Engkau tak ada. Nyalakanlah apa yang sudah Kautaruh dalam diriku sejak baptisan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →