‹ Semua renungan

Sabtu, 16 Mei 2026

Dikoreksi Tanpa Dipermalukan

Mengoreksi orang pintar itu susah. Apalagi kalau ia fasih bicara dan sudah punya pengikut. Salah cara, ia tersinggung. Maka banyak orang memilih diam, membiarkan yang keliru jalan terus.

Apolos orang seperti itu: fasih, mahir soal Kitab Suci, bersemangat mengajar tentang Yesus. Hanya satu yang kurang, ia baru mengenal baptisan Yohanes, belum lengkap. Priskila dan Akwila, sepasang suami istri pembuat tenda, mendengar khotbahnya dan tahu ada yang perlu diluruskan.

Perhatikan cara mereka. "Mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah." Ke rumah. Bukan di depan umum, bukan dengan mempermalukan si orator terkenal di hadapan jemaat. Mereka menariknya ke meja makan pribadi, dan di situ mengajar dengan halus.

Dan Apolos, meski pandai, mau diajar oleh dua tukang tenda. Di sinilah kebesarannya yang sesungguhnya. Orang fasih yang mau mendengar sepasang perajin biasa. Sesudah itu ia justru menjadi jauh lebih berguna, "membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias."

Dua pelajaran berjalin di sini. Beranilah mengoreksi, tapi lakukan di ruang yang menjaga muka. Dan bila kita yang dikoreksi, jangan tersinggung hanya karena yang menegur tampak lebih sederhana dari kita.

Adakah orang yang perlu kita luruskan, dan sudahkah kita pilih cara yang menjaga mukanya?

Tuhan, berilah aku kerendahan Apolos untuk diajar, dan kehalusan Priskila untuk mengajar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →