‹ Semua renungan

Jumat, 15 Mei 2026

Umat-Ku yang Belum Kaukenal

Orang yang baru pindah ke kota asing biasanya waswas. Tak ada saudara, tak ada teman, tak tahu siapa yang bisa dipercaya. Rasanya sendirian di tengah keramaian.

Paulus di Korintus mungkin merasa begitu. Ia baru saja seperti gagal di Atena, lelah, dan kota besar itu penuh orang yang tak peduli. Maka Tuhan berbicara kepadanya lewat penglihatan malam: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam. Sebab Aku menyertai engkau... sebab banyak umat-Ku di kota ini."

Kalimat terakhir itu ganjil kalau dipikir. "Banyak umat-Ku di kota ini", padahal saat itu belum ada jemaat besar di Korintus. Orang-orang itu belum percaya, belum dibaptis, sebagian bahkan belum pernah mendengar nama Yesus. Tapi Tuhan sudah menyebut mereka milik-Nya. Ia mengenal mereka sebelum Paulus mengenal mereka.

Ini mengubah cara kita memandang orang asing di sekitar. Tetangga baru, teman kerja yang belum akrab, orang di pasar yang tiap hari berpapasan. Bisa jadi di antara mereka ada "umat-Nya" yang belum kita kenal, yang menunggu satu kata, satu kebaikan, untuk pelan-pelan dituntun pulang.

Maka Paulus tinggal satu setengah tahun di sana, tidak buru-buru. Ketakutan diusir bukan oleh keadaan yang aman, melainkan oleh janji: Aku menyertai engkau.

Di sekitar kita, siapa "umat-Nya yang belum dikenal" yang mungkin sedang menunggu?

Tuhan, usirlah rasa takutku untuk bersaksi. Bukakan mataku pada umat-Mu yang belum kukenal. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →