‹ Semua renungan

Sabtu, 9 Mei 2026

Ditahan untuk Diarahkan

Pernah merencanakan sesuatu matang-matang lalu semuanya seret? Tiket habis, jalan ditutup, izin tak keluar. Kita jengkel, merasa dihalangi. Baru belakangan kadang mengerti: seandainya rencana tadi jadi, kita justru celaka.

Paulus dan Silas mengalami yang mirip, tapi lebih berani ditafsirkan. "Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia." Lalu mereka mencoba ke Bitinia, "tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka." Dua pintu tertutup berturut-turut. Kalau kita, mungkin sudah mengeluh: mengapa melayani-Mu malah dipersulit?

Mereka tidak berhenti, hanya terus berjalan sampai di Troas. Di sana, malam hari, tampaklah penglihatan: seorang Makedonia berdiri dan berseru, "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Ternyata dua pintu tadi ditutup bukan untuk menghukum, melainkan untuk mengarahkan. Injil harus menyeberang ke Eropa, dan Paulus nyaris melangkah ke arah yang lain.

Ini menghibur sekaligus menegur. Tidak semua "tidak" dari Tuhan adalah penolakan. Sebagian adalah kemudi yang halus, membelokkan kita dari jalan yang tampak baik menuju jalan yang lebih Ia kehendaki.

Yang dituntut hanya satu: tetap berjalan sampai arah baru itu menjadi jelas, seperti Paulus yang tak berhenti di Asia.

Pintu tertutup mana yang dulu kita sesali, ternyata menyelamatkan?

Tuhan, ketika Engkau menahan langkahku, tolonglah aku percaya bahwa Engkau sedang mengarahkan, bukan menolak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →