‹ Semua renungan

Jumat, 8 Mei 2026

Naik Pangkat Jadi Sahabat

Ada beda besar antara pegawai dan sahabat. Pegawai tahu tugas, tidak tahu alasan. Ia menjalankan perintah tanpa perlu mengerti isi hati atasannya. Sahabat lain lagi: ia diberitahu yang tersembunyi, dilibatkan dalam pertimbangan, dipercaya.

Yesus berkata kepada murid-murid: "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba... tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." Ada kenaikan pangkat di sini, tapi bukan ke jabatan yang lebih tinggi. Dari hamba menjadi sahabat.

Dan sahabat model ini tidak kita pilih sendiri. "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." Biasanya kita yang mencari teman, memilih yang cocok. Dalam hal ini terbalik: Dialah yang lebih dulu memilih, bahkan memilih orang yang tidak keren di mata dunia.

Tanda persahabatan itu satu: "saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." Ukurannya tinggi: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." Sahabat sejati diukur bukan dari seringnya bertemu, melainkan dari kerelaan berkorban.

Dalam bacaan pertama, surat dari Yerusalem membuat jemaat bersukacita karena isinya menghibur. Begitulah sahabat: kabarnya meringankan, bukan menakuti.

Kita memperlakukan Tuhan sebagai atasan yang ditakuti atau sahabat yang dipercaya?

Tuhan, Engkau menyebutku sahabat padahal aku tak layak. Ajarilah aku mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →