‹ Semua renungan

Senin, 4 Mei 2026

Menetap, Bukan Singgah

Ada tamu yang datang sebentar lalu pamit sebelum kopi dingin. Ada pula saudara yang menginap, menaruh sikat gigi di kamar mandi, ikut mencuci piring. Bedanya jelas: yang satu singgah, yang lain menetap.

Yudas, yang bukan Iskariot, bertanya mengapa Yesus menyatakan diri hanya kepada murid, bukan kepada dunia. Jawaban Yesus mengejutkan: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku... dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."

Diam bersama. Bukan mampir sesekali saat kita kesusahan lalu pergi lagi. Allah ingin menetap, membawa koper, tinggal. Dan pintunya satu: kasih yang menjelma menjadi ketaatan pada firman. Cinta yang tidak berhenti di perasaan, melainkan turun ke perbuatan.

Dalam bacaan pertama, orang Listra keliru arah. Melihat mujizat, mereka mau menyembah Paulus dan Barnabas sebagai dewa yang turun sebentar. Paulus mengoyak pakaiannya: "Kami ini adalah manusia biasa!" Dewa-dewa memang cuma singgah dalam bayangan mereka. Allah yang benar justru mau tinggal, bukan sebagai tontonan, melainkan sebagai penghuni hati.

Roh Kudus disebut Penghibur yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan. Itu tugas penghuni tetap: mengingatkan pelan-pelan, hari demi hari, sampai firman itu jadi rumah kita sendiri.

Kita memperlakukan Tuhan sebagai tamu darurat atau penghuni tetap?

Tuhan, jangan hanya singgah di hidupku. Menetaplah, dan ajarilah aku mencintai-Mu dengan taat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →