Senin, 20 April 2026
Lewat Pintu
Ada cara orang masuk yang langsung menerbitkan curiga. Orang yang memanjat pagar belakang, mengendap di tembok samping, atau menyelinap lewat jendela hampir pasti tidak sedang berniat baik. Sebaliknya, tamu yang jujur datang lewat pintu depan, mengetuk, dan menyebut namanya. Cara masuk sering sudah membocorkan isi hati.
Yesus memakai gambaran yang persis itu. Siapa yang masuk ke kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi memanjat tembok, ia seorang pencuri dan perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia gembala domba. Lalu Ia mengucapkan hal yang mengejutkan tentang diri-Nya: Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat.
Dunia menawarkan banyak jalan pintas menuju hidup yang katanya penuh: memanjat lewat kuasa, menyelinap lewat tipu, mengambil apa yang bukan hak dengan memaksa. Semua itu, kata Yesus, adalah cara pencuri, yang datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Sedangkan Ia sendiri datang supaya domba-domba mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Pertanyaan yang ditinggalkan Injil hari ini sederhana: lewat mana aku biasa masuk? Apakah aku menempuh jalan yang jujur dan terang, atau diam-diam gemar memanjat tembok demi memperoleh yang kuinginkan? Hidup yang berlimpah tidak pernah didapat dengan menyelinap. Ia diterima dengan masuk lewat Pintu yang benar.
Tuhan, Engkaulah pintu kepada hidup. Jauhkanlah aku dari segala jalan pintas yang mencuri, dan tuntunlah aku masuk lewat jalan-Mu yang jujur dan terang. Amin.