‹ Semua renungan

Kamis, 9 April 2026

Boleh Diraba

Ketika ragu apakah sesuatu itu nyata atau hanya bayangan, kita cenderung mengulurkan tangan. Anak kecil menyentuh mainan barunya untuk memastikan. Orang di kamar gelap meraba dinding mencari arah. Sentuhan adalah cara paling tua manusia menguji kenyataan: benda ini ada, atau hanya ada di dalam kepalaku? Mata bisa keliru, tetapi tangan yang menyentuh sulit dibantah.

Ketika Yesus yang bangkit tiba-tiba berdiri di tengah para murid dan berkata damai sejahtera bagi kamu, mereka justru terkejut dan takut, menyangka melihat hantu. Iman kebangkitan ternyata tidak datang mudah, bahkan bagi orang-orang yang paling dekat dengan Yesus. Maka Ia tidak marah pada keraguan itu. Ia justru menjawabnya dengan tubuh: lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku, rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.

Dan Ia melangkah lebih jauh lagi. Ketika mereka masih belum percaya karena girangnya dan masih heran, Ia bertanya adakah makanan di sini, lalu memakan sepotong ikan di depan mata mereka. Bayangan tidak makan; kenangan tidak mengunyah. Dengan gerakan sederhana itu Yesus menegaskan bahwa Paskah bukanlah gagasan indah tentang roh yang tetap kekal, melainkan Tubuh yang sungguh bangkit, yang bisa dilihat, diraba, dan makan bersama.

Ini penting bagi iman kita. Kekristenan tidak melayang di awang-awang sebagai filsafat yang bagus. Ia berpijak pada sesuatu yang para saksi benar-benar sentuh dengan tangan mereka sendiri. Itulah sebabnya kesaksian mereka begitu keras kepala; orang tidak rela mati demi sesuatu yang mereka tahu hanya khayalan.

Sesudah meyakinkan tubuh mereka, Yesus mengerjakan bagian yang tidak bisa mereka raba dengan tangan. Ia membuka pikiran mereka sehingga mengerti Kitab Suci, dan menunjukkan bahwa Mesias memang harus menderita dan bangkit pada hari yang ketiga. Ada pengertian yang tidak bisa kita rebut dengan usaha sendiri; ia diberikan, dibuka dari dalam oleh Dia. Dan begitu pikiran mereka terbuka, mereka pun langsung diutus: kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Kita hari ini memang tidak dapat meraba tangan-Nya yang berlubang. Tetapi kita mewarisi kesaksian orang-orang yang pernah merabanya, dan kita diberi Kitab Suci yang bisa dibukakan bagi kita. Bagi hati yang mau percaya, itu sudah lebih dari cukup.

Tuhan, teguhkanlah imanku pada kebangkitan-Mu yang nyata, bukan sekadar gagasan yang menghibur. Bukalah pikiranku akan sabda-Mu, dan jadikanlah aku saksi-Mu di zaman ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →