‹ Semua renungan

Selasa, 7 April 2026

Dipanggil Namamu

Di tengah keramaian pasar atau stasiun, ada satu suara yang selalu berhasil menembus kebisingan: suara yang menyebut nama kita. Bagaimanapun ributnya keadaan, kita langsung menoleh. Sebab nama yang diucapkan oleh orang yang mengenal kita membawa sesuatu yang tidak dimiliki suara asing. Ia mengandung pengakuan: aku tahu siapa engkau, engkau bukan sekadar satu wajah di antara ribuan.

Maria Magdalena berdiri di dekat kubur sambil menangis. Dukanya begitu dalam sampai ia bahkan berbicara dengan Yesus yang bangkit tanpa mengenali-Nya, menyangka Dia penunggu taman. Ia sibuk mencari mayat, sehingga tidak mengenali Tuhan yang hidup di depannya. Air mata memang bisa mengaburkan mata sampai kita tidak melihat siapa yang berdiri paling dekat. Lalu Yesus mengucapkan satu kata saja: "Maria." Dan seketika ia tahu. Ia tidak dikenali dari penjelasan panjang, melainkan dari namanya yang disebut oleh suara yang dikenalnya.

Ini menyingkapkan sesuatu yang lembut tentang Tuhan yang bangkit. Ia tidak menampakkan diri pertama-tama kepada kerumunan besar dengan kemegahan yang menyilaukan. Ia datang kepada seorang perempuan yang berduka, yang pernah dibebaskan-Nya dari tujuh setan, dan memanggilnya dengan nama. Kebangkitan bukanlah mula-mula peristiwa massal, melainkan perjumpaan yang sangat pribadi. Sang Gembala, seperti kata-Nya sendiri, memang memanggil domba-domba-Nya masing-masing menurut namanya.

Yesus lalu berkata: janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa; tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku. Kasih yang mengenal kita tidak lantas menggenggam kita untuk diri-Nya sendiri. Ia memanggil nama kita justru untuk mengutus kita. Maria yang tadinya menangis di kubur kini menjadi pembawa kabar yang pertama, rasul bagi para rasul: aku telah melihat Tuhan.

Bacaan pertama menunjukkan buah dari perjumpaan pribadi yang meluas menjadi banyak. Petrus berseru kepada orang banyak, hati mereka terharu, dan mereka bertanya: apa yang harus kami perbuat? Jawabnya: bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Pada hari itu bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Perjumpaan yang dimulai dengan satu nama yang disebut di taman berujung pada ribuan orang yang menemukan nama yang menyelamatkan.

Barangkali hari ini kita merasa hanya satu wajah samar di tengah jutaan orang, tak terlihat dan tak terhitung. Tetapi Injil ini meyakinkan kita: Dia tahu nama kita, dan sanggup menyebutnya dengan jelas di tengah tangis kita yang paling sunyi.

Tuhan yang bangkit, Engkau memanggil Maria dengan namanya di tengah dukanya yang paling dalam. Panggillah aku juga dengan namaku, bukalah mataku, dan utuslah aku menjadi pembawa kabar sukacita-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →