Jumat, 20 Maret 2026
Orang Baik Itu Mengganggu
Di sebuah pasar, pedagang yang selalu jujur dengan timbangannya lama-lama bisa dimusuhi sesama pedagang. Bukan karena ia berbuat salah, justru karena ia berbuat benar. Kejujurannya membuat timbangan yang lain kelihatan. Cahaya memang tidak perlu menuding; cukup menyala, dan kegelapan merasa tersindir.
Kitab Kebijaksanaan membuka rencana orang-orang fasik dengan kejujuran yang mengerikan: marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan. Hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Lalu rencana itu memuncak: hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya. Kalimat yang ditulis jauh sebelum Golgota itu terdengar seperti naskah yang kelak dimainkan di Yerusalem.
Injil menunjukkan babak awalnya. Yesus berjalan diam-diam ke pesta Pondok Daun karena orang-orang berusaha membunuh-Nya. Yang mengganggu dari Yesus bukan kejahatan-Nya, melainkan kebenaran-Nya.
Maka jangan heran bila kesetiaan pada yang benar kadang membuat kita tidak populer: di tempat kerja, di pergaulan, bahkan di keluarga. Prapaskah mengingatkan bahwa itu bukan tanda kita gagal. Bisa jadi itu tanda cahayanya mulai menyala.
Tuhan, kuatkan aku ketika berbuat benar justru membuatku dimusuhi. Biarlah aku tetap menyala bersama-Mu. Amin.