Jumat, 13 Maret 2026
Denyut Pertama
Tubuh kita punya banyak organ, tetapi hanya satu yang bekerja tanpa libur sedetik pun: jantung. Mata boleh terpejam, kaki boleh berhenti, jantung tidak. Begitu ia berhenti, semua yang lain ikut berhenti. Ada banyak organ penting, dan ada satu yang menghidupi semuanya.
Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus: hukum manakah yang paling utama? Di tengah ratusan aturan yang mereka hafal, ia mencari jantungnya. Yesus menjawab tanpa ragu: kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatanmu; dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Dua perintah, satu denyut. Kasih kepada Allah yang tidak mengalir kepada sesama hanyalah kata-kata. Kasih kepada sesama yang tercabut dari Allah cepat kehabisan tenaga.
Ahli Taurat itu setuju: kasih jauh lebih utama daripada semua korban bakaran. Hosea sudah menyuarakannya berabad-abad sebelumnya: Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan. Maka Yesus memujinya: engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.
Ibadah, puasa, dan amal kita ibarat anggota tubuh. Semuanya baik. Tetapi hari ini baiklah kita periksa denyutnya: masih adakah kasih di jantung semua itu?
Tuhan, jadikanlah kasih denyut pertama hidupku, supaya seluruh ibadah dan kerjaku sungguh hidup. Amin.