Kamis, 12 Maret 2026
Sapu Lidi
Sebatang lidi hampir tidak berguna. Ditekuk sedikit saja patah. Tetapi ikatlah seratus lidi menjadi satu, jadilah sapu yang membersihkan halaman bertahun-tahun. Kekuatannya bukan pada lidinya, melainkan pada ikatannya.
Yesus hari ini dituduh mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Ia menjawab dengan logika sederhana: setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh. Iblis tidak mungkin memerangi dirinya sendiri. Justru sebaliknya yang sedang terjadi: jika Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah, maka Kerajaan Allah sudah datang.
Tetapi kalimat itu juga menyorot hidup kita. Rumah tangga yang saling mendiamkan. Lingkungan gereja yang terbelah oleh gengsi. Hati yang mendua: ingin mengikut Tuhan sekaligus enggan meninggalkan yang lama. Semua yang terpecah pelan-pelan runtuh, bukan karena diserang dari luar, melainkan karena ikatannya lepas dari dalam.
Yeremia menyampaikan keluhan Allah tentang umat yang memperlihatkan belakangnya, bukan mukanya. Berpaling adalah awal segala perpecahan. Maka pertobatan sesungguhnya sederhana: memutar badan, menghadap kembali, dan membiarkan Tuhan mengikat kembali yang tercerai dalam diri kita.
Tuhan, satukanlah hatiku yang sering terbagi, dan ikatlah keluarga serta komunitasku menjadi satu dalam Engkau. Amin.