Rabu, 11 Maret 2026
Satu Titik Kecil
Dalam undangan pernikahan, salah cetak satu huruf pada nama bisa menjadi perkara panjang. Bagi orang lain sepele. Bagi yang punya nama, itu bukan sekadar huruf; itu kehormatan. Hal-hal kecil ternyata memuat hal-hal besar.
Yesus berbicara dengan nada itu tentang hukum Taurat: satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan. Iota adalah huruf terkecil abjad Yunani, hampir hanya segaris pendek. Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum, melainkan menggenapinya, seperti orang melunasi janji sampai ke rinciannya yang terkecil.
Musa dalam bacaan pertama memberi alasan yang menghangatkan: ketetapan itu bukan beban, melainkan bukti kedekatan. Bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat seperti Tuhan, Allah kita? Perintah-perintah-Nya adalah cara Ia menggandeng kita, bukan cara Ia memenjarakan kita.
Maka kesetiaan pada yang kecil bukan urusan orang kaku. Doa singkat sebelum makan. Jujur pada uang kembalian. Sapaan bagi orang yang biasa dilewati. Titik-titik kecil itulah yang membentuk huruf, huruf membentuk kalimat, dan kalimat membentuk hidup yang bisa dibaca orang lain sebagai kabar baik.
Tuhan, jagalah aku setia pada perkara terkecil hari ini, sebab di dalamnya Engkau menulis karya-Mu yang besar. Amin.