‹ Semua renungan

Senin, 9 Maret 2026

Obat yang Terlalu Murah

Ada orang yang kecewa ketika dokter hanya menyuruhnya istirahat dan minum air putih. Rasanya kurang meyakinkan. Kalau perlu, obatnya yang mahal, tindakannya yang rumit. Seolah kesembuhan harus sebanding dengan pengorbanan dompet.

Naaman, panglima besar itu, datang kepada Elisa membawa perak, emas, dan sepuluh potong pakaian. Ia siap membayar mahal. Yang ia terima hanya pesan lewat suruhan: mandilah tujuh kali di sungai Yordan. Naaman gusar. Ia sudah membayangkan upacara: nabi keluar, memanggil nama Tuhan, menggerakkan tangan di atas lukanya. Bukankah sungai-sungai Damsyik lebih jernih? Ia hampir pulang membawa kustanya, diselamatkan oleh nasihat para pegawainya yang sederhana: seandainya nabi menyuruh perkara yang sukar, bukankah Bapak akan melakukannya?

Kesombongan kita sering memilih yang sukar dan menolak yang sederhana. Rajin mengikuti seminar rohani, tetapi malas minta maaf kepada orang serumah. Sanggup berpantang ketat, tetapi enggan mengaku dosa. Padahal rahmat memang tidak bisa dibeli. Ia hanya bisa diterima dengan menunduk, seperti Naaman yang akhirnya membenamkan diri di sungai keruh itu dan keluar dengan kulit seorang anak.

Tuhan, runtuhkan gengsiku. Ajari aku taat pada perkara-perkara sederhana yang Engkau minta hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →