‹ Semua renungan

Jumat, 6 Maret 2026

Batu yang Dibuang

Tukang bangunan punya kebiasaan memilah. Batu yang bentuknya aneh disingkirkan ke pojok, menunggu diangkut atau dilupakan. Sampai suatu hari pembangunan tiba di sudut yang sulit, dan ternyata hanya batu aneh itulah yang pas. Batu buangan naik pangkat menjadi batu penjuru.

Kisah Yusuf adalah kisah batu buangan. Saudara-saudaranya membencinya, melemparkannya ke sumur kosong, lalu menjualnya dua puluh syikal perak. Bertahun-tahun kemudian, justru anak yang dibuang itulah yang menyelamatkan seluruh keluarga dari kelaparan. Dalam Injil, Yesus menutup perumpamaan para penggarap dengan kutipan Mazmur: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Ia sedang berbicara tentang diri-Nya, yang sebentar lagi dilempar ke luar kebun anggur dan dibunuh.

Tuhan rupanya gemar bekerja lewat yang disingkirkan. Ini kabar baik sekaligus teguran. Kabar baik bagi kita yang pernah merasa dibuang: cerita belum selesai, tangan Allah masih bekerja. Teguran bagi kita yang gemar memilah orang: jangan-jangan yang kita singkirkan justru sedang disiapkan Allah untuk sudut yang paling penting dalam bangunan-Nya.

Tuhan, ampuni aku yang cepat membuang orang. Beri aku mata yang melihat batu penjuru dalam diri mereka yang tersingkir. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →