‹ Semua renungan

Kamis, 5 Maret 2026

Akar ke Air

Musim kemarau adalah juri yang jujur bagi pepohonan. Rumput yang kemarin hijau lebih dulu menyerah. Tetapi pohon yang tumbuh di tepi sungai tetap rimbun, seolah tidak tahu ada kemarau. Rahasianya tidak kelihatan dari luar: akarnya sudah lama merambat ke arah air.

Yeremia memakai gambar itu untuk dua jenis manusia. Yang mengandalkan kekuatan sendiri seperti semak bulus di padang angus. Yang mengandalkan Tuhan seperti pohon di tepi air: daunnya tetap hijau, tidak berhenti berbuah, bahkan di tahun kering.

Orang kaya dalam Injil tampak seperti pohon paling subur di kota. Jubah ungu, pesta setiap hari. Tetapi akarnya ternyata tidak ke mana-mana. Ia tidak melihat Lazarus di depan pintunya; berarti akarnya tak pernah menyentuh sesama. Ia baru ingat Allah ketika semuanya terlambat; berarti akarnya tak pernah menyentuh surga. Kemarau bernama kematian membuktikan segalanya.

Ke arah mana akar kita merambat selama ini? Ke tabungan dan nama baik saja, atau ke sumber air yang tidak pernah kering? Prapaskah adalah musim memeriksa akar, selagi masih ada waktu untuk mengubah arah rambatnya.

Tuhan, tanamlah aku di tepi air-Mu. Biar akarku menemukan Engkau di kedalaman, dan buahku dinikmati orang-orang di sekitarku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →