Selasa, 24 Februari 2026
Hujan dan Doa Pendek
Petani tidak pernah menyuruh hujan bekerja. Hujan turun, meresap, dan tanpa banyak urusan benih pun tumbuh. Tidak ada hujan yang turun sia-sia lalu naik kembali ke langit dengan tangan kosong.
Begitulah firman-Ku, kata Tuhan lewat Yesaya: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki. Janji ini melegakan, terutama saat doa dan bacaan rohani kita terasa tidak berbekas. Hujan memang tidak kelihatan bekerja pada hari ia turun. Ia kelihatan pada musim panen.
Karena firman sekuat itu, doa tidak perlu bertele-tele. Jangan menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doamu akan dikabulkan, kata Yesus, sebab Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta. Doa bukan proposal yang harus meyakinkan Allah. Doa adalah anak yang berbicara kepada Bapanya.
Lalu Yesus memberi contohnya: Bapa Kami. Doa sependek itu memuat segalanya: nama Bapa, Kerajaan-Nya, kehendak-Nya, rezeki hari ini, ampun yang diterima dan diteruskan, perlindungan dari yang jahat. Kita bisa menghafalnya dalam satu menit, dan menghayatinya seumur hidup pun belum tentu tamat.
Bapa, resapkan firman-Mu dalam diriku seperti hujan meresap ke tanah, dan biarkan ia berbuah pada musimnya. Amin.