‹ Semua renungan

Selasa, 17 Februari 2026

Sesendok Ragi

Para pembuat roti tahu keajaiban kecil ini: sesendok ragi dibenamkan dalam adonan sebesar bantal, lalu didiamkan. Tak ada suara, tak ada gerakan. Beberapa jam kemudian seluruh adonan mengembang. Yang sedikit itu bekerja diam-diam ke seluruhnya.

Kemarin orang Farisi meminta tanda dan Yesus meninggalkan mereka. Hari ini, di perahu, Ia berpesan: awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Murid-murid salah tangkap, mengira ini soal roti yang lupa dibawa. Yang dimaksud Yesus lebih halus: kemunafikan dan haus kuasa itu seperti ragi. Masuknya sedikit, tak kelihatan, tetapi meresapi seluruh hidup.

Yakobus, yang suratnya kita lanjutkan hari ini, menggambarkan proses yang sama: keinginan yang dibuahi melahirkan dosa, dan dosa yang sudah matang melahirkan maut. Dosa besar selalu punya masa inkubasi. Ia dimulai dari sesendok kecil yang kita izinkan tinggal.

Maka pertanyaannya bukan hanya dosa besar apa yang kuhindari, melainkan ragi apa yang sedang kubiarkan mengembang: iri yang dipelihara, dusta kecil yang mulai terasa wajar, doa yang mulai terasa boleh dilewati?

Tuhan, singkapkan ragi yang diam-diam bekerja dalam hatiku, dan gantilah dengan ragi Kerajaan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →