Rabu, 11 Februari 2026
Mata Air
Air keruh tidak bisa dijernihkan dengan mengecat embernya. Mau seindah apa pun wadahnya, kalau sumbernya keruh, keruh pula yang tertimba.
Kemarin Yesus menegur orang Farisi yang sibuk dengan pembasuhan tangan dan cawan. Hari ini Ia membuka intinya di depan orang banyak: apa pun dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak menajiskannya; yang menajiskan ialah yang keluar dari dalam. Lalu Ia menyebut daftarnya: pikiran jahat, keserakahan, kelicikan, iri hati, kesombongan. Semuanya mengalir dari satu hulu: hati.
Kita mewarisi kecenderungan Farisi itu. Rajin membersihkan yang tampak: penampilan, kata-kata di depan umum, citra. Sementara hulu di dalam jarang dijenguk. Padahal cepat atau lambat isi hati merembes juga keluar, biasanya lewat ucapan spontan saat kita tersinggung.
Bagaimana membersihkan mata air? Tidak bisa dengan sekali kuras. Ia dijernihkan pelan-pelan oleh apa yang setiap hari kita alirkan ke dalamnya: bacaan kita, tontonan kita, doa kita, orang-orang yang nasihatnya kita dengarkan.
Tuhan, ciptakanlah hati yang jernih dalam diriku, supaya yang mengalir keluar dariku menyegarkan, bukan mengeruhkan. Amin.