‹ Semua renungan

Selasa, 10 Februari 2026

Badai Kecil Skolastika

Kisahnya terjadi seribu lima ratus tahun silam. Skolastika bertemu saudara kembarnya, Benediktus, seperti kebiasaan mereka setahun sekali. Percakapan tentang Allah begitu manis, dan menjelang malam sang adik memohon: tinggallah sampai pagi. Benediktus menolak; peraturan biara mengharuskannya pulang. Skolastika menundukkan kepala dan berdoa. Seketika badai turun begitu deras sampai tak seorang pun bisa keluar. Engkau tidak mau kuminta, kata Skolastika, maka kuminta kepada Allah, dan Ia mendengarkan.

Benediktus taat aturan; Skolastika tahu untuk apa aturan itu ada. Tiga hari kemudian ia wafat, dan Benediktus melihat jiwa adiknya naik ke surga seperti burung merpati.

Injil hari ini menggemakan kisah itu. Kemarin orang berbondong-bondong menjamah jumbai jubah Yesus dengan iman; hari ini yang datang rombongan Farisi dari Yerusalem, membawa ukuran. Mereka menegur murid-murid yang makan tanpa membasuh tangan. Jawab Yesus tajam: bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Adat dipegang erat, perintah Allah diabaikan.

Aturan itu perlu, seperti pagar perlu bagi taman. Tetapi celakalah bila kita sibuk mengecat pagar dan lupa menyiram tamannya. Kasih adalah tamannya.

Tuhan, jangan biarkan aku berhenti di aturan; hantarlah aku sampai ke kasih yang dijaganya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →