‹ Semua renungan

Senin, 9 Februari 2026

Jumbai Jubah

Orang kampung punya kebiasaan indah saat menempati rumah baru: selamatan, doa bersama, tetangga diundang. Rumah belum terasa jadi rumah sebelum didoakan.

Salomo baru saja menyelesaikan rumah yang jauh lebih besar: Bait Allah, tujuh tahun pembangunannya. Tabut perjanjian diarak masuk, korban dipersembahkan tak terbilang. Lalu terjadilah yang tak direncanakan panitia: awan memenuhi rumah TUHAN, sampai para imam tidak tahan berdiri. Kemuliaan Allah datang sendiri, tidak menunggu diatur.

Di doa berikutnya Salomo sadar diri: benarkah Allah hendak diam di bumi? Langit pun tidak dapat memuat Engkau, apalagi rumah yang kudirikan ini. Kalimat jujur dari orang yang paling berjasa membangunnya.

Injil hari ini memperlihatkan ujung lain dari misteri yang sama. Allah yang tak termuat langit itu berjalan kaki di Genesaret, dan orang-orang sakit cukup menjamah jumbai jubah-Nya untuk sembuh. Yang Mahabesar membiarkan diri-Nya tersentuh di pasar.

Kita mudah membayangkan Allah yang jauh dan megah. Lebih sulit memercayai Ia sedekat jumbai jubah: sedekat sakramen, sedekat sesama, sedekat doa pendek di sela kerja.

Allah yang tak termuat langit, terima kasih Engkau berkenan kusentuh dalam hal-hal kecil hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →