‹ Semua renungan

Kamis, 12 Februari 2026

Rembes

Atap yang runtuh jarang mulai dari lubang besar. Ia mulai dari rembesan kecil yang dibiarkan bertahun-tahun. Noda di plafon dianggap biasa, sampai suatu malam semuanya ambruk.

Kemarin kita mendengar ratu Syeba tercengang oleh hikmat Salomo; setengahnya pun belum diberitakan kepadaku, katanya. Hari ini kita membaca kalimat yang menyakitkan: pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain. Orang paling bijak di zamannya jatuh. Bukan lewat satu keputusan besar, melainkan lewat condong yang pelan. Kitab Suci memakai ungkapan yang halus: tidak lagi dengan sepenuh hati.

Tidak ada orang berpaling dari Allah dalam semalam. Yang ada: kompromi kecil yang dipelihara. Doa yang mulai bolong. Suara hati yang ditawar. Semuanya tampak sepele, seperti noda rembesan di plafon.

Injil menghadirkan lawannya: perempuan Siro-Fenisia yang imannya justru penuh dan gigih demi anaknya, sampai Yesus pun mengabulkannya. Ia tidak punya kenisah, tidak punya hikmat Salomo. Ia hanya punya hati yang seluruhnya menghadap Yesus. Hari ini, adakah rembesan kecil yang sedang kubiarkan?

Tuhan, jagalah hatiku tetap utuh menghadap-Mu, dan tolonglah aku menambal kebocoran selagi kecil. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →