‹ Semua renungan

Sabtu, 7 Februari 2026

Perintah Beristirahat

Tubuh kita punya cara menagih haknya. Mata berat, kepala penat, kata-kata mulai tajam tanpa sebab. Itu bukan kelemahan. Itu alarm.

Para rasul baru pulang dari perutusan pertama. Semangat mereka pasti masih menyala; laporan mereka panjang. Orang datang dan pergi sampai makan pun tak sempat. Justru di puncak sibuk itu Yesus berkata: marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Kemarin kita mendengar kabar muram tentang kematian Yohanes Pembaptis. Kabar duka, kerja yang menumpuk: alasan lengkap untuk terus berlari. Yesus malah mengajak berhenti.

Istirahat, dalam Injil ini, bukan hadiah setelah semua beres. Ia bagian dari perutusan itu sendiri. Orang Jawa punya nasihat: alon-alon waton kelakon, pelan-pelan asal terlaksana. Yang penting bukan kencangnya, melainkan sampainya.

Dan lihatlah ujungnya: ketika keramaian menyusul juga ke tempat sunyi itu, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Hati yang sempat hening rupanya lebih mudah tergerak. Hati yang terlalu lelah biasanya hanya bisa terganggu.

Tuhan, ajari aku berhenti tanpa merasa bersalah, supaya belas kasihan-Mu punya ruang dalam diriku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →