Kamis, 5 Februari 2026
Berangkat Ringan
Perhatikan orang berkemas untuk bepergian. Tas berlapis, dompet, bekal, obat, payung. Kita merasa aman kalau membawa banyak. Yesus justru sebaliknya. Ia mengutus murid-murid dengan daftar larangan bawaan: roti jangan, bekal jangan, uang jangan. Boleh tongkat dan alas kaki. Sudah.
Kemarin Yesus ditolak di kampung-Nya sendiri. Menariknya, penolakan itu tidak membuat-Nya mengecil. Ia malah melipatgandakan pewartaan: dua belas murid diutus berdua-dua. Mengapa bekalnya seringan itu? Barangkali karena bekal yang berlebihan pelan-pelan menggeser kepercayaan. Orang yang tasnya penuh mengandalkan tasnya. Orang yang tangannya kosong terpaksa mengandalkan Pengutusnya. Dan mereka pergi berdua-dua: bekal yang boleh dibawa ternyata seorang saudara.
Santa Agata, yang kita kenang hari ini, gadis muda dari Sisilia, menghadapi penganiayaan tanpa membawa apa-apa selain kesetiaannya kepada Kristus. Segala yang lain dirampas darinya. Iman itu ternyata cukup, sampai wafatnya sebagai martir.
Kita sering menunda melayani karena merasa belum siap: belum cukup ilmu, belum cukup tabungan, belum cukup waktu. Injil hari ini berbisik: berangkatlah dulu. Yang mengutus tidak pernah menelantarkan yang diutus.
Tuhan, ringankan genggamanku atas segala bekal, dan kuatkan peganganku pada-Mu. Amin.