‹ Semua renungan

Minggu, 1 Februari 2026

Garam yang Tidak Minta Panggung

Di dapur, garam tidak pernah minta panggung. Ia larut, hilang bentuk, dan justru di situ kerjanya. Tidak ada orang memuji sayur karena garamnya kelihatan. Tetapi coba sekali saja lupa menggaraminya. Satu sendok kecil yang tak terlihat itu ternyata menentukan segalanya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: kamu adalah garam dunia. Bukan gula dunia yang manis di depan. Garam bekerja dengan cara larut dan tak kelihatan. Zaman dahulu garam begitu berharga sampai prajurit Romawi digaji dengan garam. Dari kata Latin sal lahirlah salarium, uang garam, yang kelak dipungut bahasa Inggris menjadi salary. Gaji kita, ternyata, masih menyimpan jejak garam.

Lalu bagaimana garam menjadi tawar? Garam tidak berubah zat. Ia menjadi tawar ketika tercampur terlalu banyak hal lain sampai kehilangan rasa asalnya. Murid menjadi tawar bukan karena berhenti ke gereja, melainkan ketika hidupnya tercampur begitu banyak kepentingan sampai tak ada lagi yang bisa dicecap orang darinya.

Yesaya hari ini memberi resep supaya terang merekah: pecahkan rotimu bagi yang lapar, bukalah rumahmu bagi yang tak berumah, berikan pakaian kepada yang telanjang. Menarik sekali. Terang tidak dinyalakan dengan menggosok diri supaya berkilau. Terang terbit ketika tangan terbuka. Maka terangmu akan merekah seperti fajar, kata nabi. Fajar tidak pernah gaduh. Ia hanya datang, dan gelap kalah.

Paulus pun datang ke Korintus bukan dengan kata-kata indah. Ia mengaku lemah, takut, gentar. Justru di situ kekuatan Allah bekerja. Garam, fajar, rasul yang gemetar: semuanya bercerita tentang cara Allah yang sama. Ia suka bekerja lewat yang kecil dan tak berpanggung.

Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, kata Yesus, supaya mereka memuliakan Bapamu. Bukan supaya mereka memuliakan kita. Di situ ujiannya. Kebaikan kita berujung ke mana: ke nama kita, atau ke nama Bapa?

Pekan ini, adakah satu kebaikan kecil yang bisa kita larutkan diam-diam, tanpa seorang pun tahu?

Tuhan, jadikan aku garam yang rela larut dan pelita yang tidak mencari nama. Biarlah orang mencecap kebaikan-Mu lewat hidupku, lalu memuliakan Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →