‹ Semua renungan

Senin, 26 Januari 2026

Tongkat Estafet

Kemarin kita mengenang Saulus yang rebah di jalan ke Damsyik dan bangkit sebagai Paulus. Hari ini Gereja mengenang dua anak rohaninya: Timotius dan Titus. Urutan yang manis. Sesudah kisah pertobatan sang rasul, kita diajak melihat buahnya: iman yang diteruskan.

Paulus tidak bekerja sendirian dan tidak mau warisannya berhenti pada dirinya. Timotius ia sebut anaknya yang kekasih; Titus ia percayai menata jemaat di Kreta. Injil yang diterimanya di jalan Damsyik ia serahkan ke tangan-tangan yang lebih muda, seperti pelari menyerahkan tongkat estafet. Pelari hebat yang menggenggam tongkatnya sampai garis akhir justru menggagalkan seluruh timnya.

Bacaan pertama memperlihatkan pola yang sama. Suku-suku Israel datang kepada Daud dan mengingatkan firman TUHAN: engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel. Menggembalakan, bukan memiliki. Kepemimpinan dalam Kitab Suci selalu bersifat titipan: diterima dari Tuhan, dijalankan bagi umat, dan pada waktunya diserahkan.

Kita semua memegang tongkat masing-masing: iman yang dulu diajarkan ibu, teladan yang ditinggalkan guru, pelayanan yang dirintis para pendahulu di lingkungan. Pertanyaannya sederhana dan agak mendesak: sedang kita serahkan kepada siapa? Iman yang tidak diteruskan akan berhenti pada satu generasi.

Siapa Timotius kita? Siapa Titus kita?

Tuhan, jangan biarkan imanku berhenti padaku. Tunjukkan kepadaku tangan muda tempat tongkat ini kuserahkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →