‹ Semua renungan

Selasa, 20 Januari 2026

Kulit dan Hati

Di pasar, kita memilih buah dari kulitnya. Yang mulus diambil, yang burik ditinggal. Sesampai di rumah baru ketahuan: yang mulus ternyata masam, yang burik justru manis. Kulit memang pandai berbohong.

Samuel hampir tertipu kulit. Melihat Eliab yang tinggi tegap, ia yakin: sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya. Tetapi TUHAN menegur dengan kalimat yang patut digantung di setiap hati: manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

Tujuh anak Isai lewat satu per satu. Semuanya ditolak. Yang terpilih justru si bungsu yang tidak diundang ke upacara, yang sedang menggembalakan kambing domba di padang: Daud. Bahkan ayahnya sendiri tidak memperhitungkannya. Tuhan memperhitungkannya.

Kita hidup di dunia yang makin menilai dari tampilan. Wajah, gelar, merek pakaian, kesan pertama. Lalu diam-diam kita menilai diri sendiri dengan ukuran yang sama, dan merasa kurang. Bacaan hari ini membalik semuanya: penilaian yang menentukan bukan penilaian pasar, melainkan penilaian Dia yang menembus kulit.

Dua arah untuk hari ini. Ke dalam: berhenti minder karena tampilan, sebab Tuhan membaca hati. Ke luar: berhenti menghakimi orang dari kulitnya, sebab bisa jadi ia Daud yang belum kelihatan.

Tuhan, bersihkan mataku dari kebiasaan menilai kulit, dan bersihkan hatiku, sebab itulah yang Kaupandang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →