Jumat, 16 Januari 2026
Seperti Tetangga
Penyakit lama manusia: ingin seperti orang lain. Tetangga membeli motor baru, kita mulai merasa motor sendiri kurang. Anak orang masuk sekolah favorit, kita gelisah. Ukuran hidup diambil dari sebelah rumah, bukan dari dalam hati.
Israel pun terkena penyakit itu. Para tua-tua datang kepada Samuel dan meminta: angkatlah seorang raja atas kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain. Itulah kalimat kuncinya: seperti bangsa-bangsa lain. Padahal justru keistimewaan Israel adalah tidak seperti bangsa lain. Bangsa lain diperintah raja; mereka diperintah Allah sendiri.
Samuel memperingatkan panjang lebar: raja akan mengambil anak-anakmu, ladangmu, sepersepuluh hasil panenmu, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Mereka menjawab pendek: tidak, harus ada raja atas kami. Keinginan untuk seragam mengalahkan akal sehat.
Tuhan berkata kepada Samuel dengan nada pedih: bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak. Setiap kali kita menukar panggilan khas kita demi menjadi seperti orang lain, penolakan serupa terjadi diam-diam.
Padahal Tuhan tidak menciptakan kita sebagai salinan. Iman memberi keberanian untuk berbeda: gaya hidup yang lebih sederhana, cara bersaing yang lebih jujur, keluarga yang tidak ikut arus.
Hari ini, dalam hal apa kita sedang memaksa diri menjadi seperti tetangga?
Tuhan, cukupkan aku dengan panggilanku sendiri, jangan biarkan aku menukarnya dengan keseragaman. Amin.