‹ Semua renungan

Kamis, 15 Januari 2026

Tuhan Bukan Jimat

Di spion mobil tergantung rosario. Di dompet terselip gambar kudus. Bagus, kalau semua itu mengingatkan kita untuk berdoa. Berbahaya, kalau diam-diam kita memperlakukannya sebagai penangkal, benda bertuah yang bekerja sendiri tanpa hati kita ikut serta.

Israel pernah jatuh dalam jebakan itu. Kalah perang melawan Filistin, para tua-tua mengusulkan jalan pintas: ambil tabut perjanjian dari Silo, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita. Perhatikan cara berpikirnya. Mereka tidak bertanya mengapa Tuhan membiarkan mereka kalah. Tidak memeriksa hidup mereka. Mereka hanya mengangkut kotak kudus itu ke medan perang, seperti mengangkut senjata rahasia.

Tabut datang, seluruh perkemahan bersorak sampai bumi bergetar. Lalu mereka kalah lebih parah. Tabut pun dirampas. Pelajaran yang mahal: Tuhan tidak bisa dikantongi. Ia bukan jimat yang bekerja bagi siapa saja yang memegangnya. Ia pribadi yang minta didengarkan, bukan barang yang bisa diperalat.

Iman kita pun bisa tergelincir menjadi ilmu perjimatan yang halus: rajin ke gereja supaya usaha lancar, berdoa novena semata-mata sebagai syarat, memakai simbol suci tanpa hidup yang berubah. Tuhan diundang hanya sebagai pengaman, bukan sebagai Tuan.

Hari ini baik kita periksa: benda-benda rohani di sekitar kita, jendela menuju Tuhan atau jimat pengganti Tuhan?

Tuhan, aku tidak mau menggenggam-Mu seperti jimat. Aku mau digenggam tangan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →