Rabu, 14 Januari 2026
Suara di Tengah Malam
Hampir setiap orang pernah dibangunkan suara di tengah malam. Ibu memanggil, atau terdengar seperti memanggil. Kita bangun, bertanya-tanya, lalu tidur lagi. Malam memang waktu ketika suara paling mudah salah dikenali.
Samuel muda mengalaminya sampai tiga kali. TUHAN memanggil: Samuel! Samuel! Dan tiga kali ia berlari ke arah yang salah, kepada Eli. Bukan karena bodoh. Kitab Suci menjelaskan dengan jujur: Samuel belum mengenal TUHAN. Suara itu masih asing baginya.
Yang menolong justru Eli, imam tua yang matanya mulai kabur. Ia mengenali apa yang tidak dikenali si muda, lalu mengajarkan jawaban yang tepat: berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar. Panggilan itu untuk Samuel, tetapi kuncinya dipegang orang tua. Kita membutuhkan keduanya: telinga muda yang mendengar, dan kebijaksanaan tua yang membantu mengenali.
Injil hari ini melanjutkan kesibukan Kapernaum yang kemarin kita dengar. Sesudah sehari penuh menyembuhkan orang, pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi berdoa di tempat yang sunyi. Ia pun menjaga telinga-Nya bagi suara Bapa.
Tuhan masih memanggil, sering lewat suara yang mirip suara biasa: keresahan, ajakan, kebutuhan orang di dekat kita. Siapa Eli kita, yang membantu mengenalinya? Dan bagi siapa kita menjadi Eli?
Berbicaralah, Tuhan, hamba-Mu ini mendengar. Amin.