‹ Semua renungan

Sabtu, 10 Januari 2026

Pulang Lewat Jalan Lain

Orang punya rute pulang yang nyaris tidak pernah berubah. Bertahun-tahun lewat gang yang sama, belok di warung yang sama, sampai kaki bisa berjalan sendiri tanpa berpikir. Rute pulang sudah menjadi bagian dari diri kita.

Karena itu kalimat penutup kisah para majus terasa istimewa: mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain. Alasan langsungnya jelas, mimpi memperingatkan mereka agar tidak kembali kepada Herodes. Tetapi para pembaca Injil sejak dulu mendengar gema yang lebih dalam: orang yang sudah berjumpa dengan Kristus tidak bisa pulang lewat jalan yang sama.

Perjumpaan sejati selalu mengubah rute. Bukan hanya rute kaki, terutama rute hati. Cara memandang orang berubah. Cara memakai uang berubah. Cara menanggapi hinaan berubah. Kalau semuanya masih persis seperti sebelumnya, patut dicurigai: jangan-jangan kita belum sungguh berjumpa, baru sekadar mampir.

Masa Natal hampir usai. Kandang, gembala, dan para majus akan segera disimpan kembali ke dalam kardus sampai Desember nanti. Yang tidak boleh ikut masuk kardus adalah perubahan rutenya.

Maka baiklah kita bertanya sebelum masa ini ditutup: sesudah Natal tahun ini, jalan mana dalam hidupku yang tidak lagi kulewati? Kebiasaan mana yang kutinggalkan di Betlehem?

Tuhan, jangan biarkan aku pulang lewat jalan lamaku. Berilah aku keberanian menempuh jalan yang baru. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →