‹ Semua renungan

Jumat, 9 Januari 2026

Bintang yang Kembali

Perhatikan satu detail kecil dalam kisah para majus: ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Mengapa harus disebut sukacita, kalau bintang itu terus terlihat sepanjang jalan? Rupanya sempat hilang. Di Yerusalem, di tengah gemerlap kota dan urusan istana, bintang itu tidak tampak. Baru sesudah mereka keluar dan berjalan lagi menuju Betlehem, bintang itu muncul kembali, mendahului mereka.

Perjalanan iman memang begitu. Ada ruas-ruas jalan yang terang: doa terasa hidup, hati mantap, arah jelas. Lalu ada ruas yang gelap: Tuhan seakan bungkam, tanda-tanda hilang, kita berjalan hanya dengan sisa ingatan akan terang yang pernah ada.

Para majus mengajarkan cara melewati ruas gelap itu: tetap berjalan. Mereka tidak pulang ketika bintang hilang. Mereka bertanya, mencari keterangan, lalu melangkah ke arah yang ditunjukkan. Dan di tengah jalan ketaatan itulah bintang menampakkan diri lagi.

Banyak orang berhenti justru di ruas gelap. Merasa ditinggalkan, lalu menyerah. Padahal hilangnya rasa bukan hilangnya Tuhan. Lampu rumah yang padam tidak berarti rumahnya kosong.

Kalau sekarang langit kita sedang mendung, jangan buru-buru membubarkan perjalanan. Bintang itu punya kebiasaan yang manis: muncul kembali bagi orang yang tetap melangkah.

Tuhan, saat terang-Mu tersembunyi, jagalah kakiku agar terus berjalan ke arah-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →