‹ Semua renungan

Sabtu, 3 Januari 2026

Telunjuk yang Bebas

Kemarin kita mendengar Yohanes tiga kali berkata bukan. Bukan Mesias, bukan Elia, bukan nabi yang dinanti. Hari ini kalimatnya berubah arah. Ketika Yesus datang, ia berseru: Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Perhatikan urutannya. Orang baru bisa berkata lihatlah Dia setelah selesai berkata bukan aku. Selama jari masih menunjuk dada sendiri, ia tidak bisa menunjuk yang lain. Yohanes sudah selesai dengan dirinya, maka telunjuknya bebas.

Yohanes juga jujur soal prosesnya: aku sendiri mula-mula tidak mengenal Dia. Dua kali ia mengaku begitu. Kesaksian besarnya lahir bukan dari kepintaran, melainkan dari kesediaan menunggu tanda yang dijanjikan: Roh turun seperti merpati dan tinggal di atas-Nya.

Surat Yohanes hari ini menambah kabar yang nyaris terlalu bagus: kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Bukan gelar kehormatan, melainkan keadaan yang sesungguhnya. Yang belum kelihatan hanyalah keadaan kita kelak.

Maka tugas kita hari ini mirip tugas Yohanes: hidup sedemikian rupa sehingga orang yang memandang kita akhirnya melihat Dia. Adakah satu orang, hari ini, yang lewat hidup kita menjadi menoleh kepada Kristus?

Tuhan, bebaskan telunjukku dari dadaku sendiri, supaya bisa kupakai menunjuk Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →