‹ Semua renungan

Rabu, 31 Desember 2031

Yang Tinggal Ketika Tahun Habis

Kemarin kita berjumpa dengan Simeon dan matanya yang tua. Hari ini, di halaman Bait Allah yang sama, muncul seorang perempuan lanjut usia bernama Hana. Ia janda berumur delapan puluh empat tahun, "tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa."

Malam ini malam terakhir tahun ini. Malam ketika orang menghitung apa yang lewat: usia yang bertambah, rencana yang tak jadi, orang-orang yang pergi. Bacaan pertama menaruh nada yang pas, "dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."

Dunia sedang lenyap. Kalender di dinding sebentar lagi diturunkan dan diganti yang baru. Semua yang kita kejar mati-matian tahun ini, sebagian besar akan terasa kecil beberapa tahun lagi. Yang tampak mendesak hari ini belum tentu tinggal esok.

Lalu apa yang tinggal? Hana memberi jawabannya lewat hidupnya. Puluhan tahun ia setia di satu tempat, berdoa dan menanti. Dari luar, hidup seperti itu mungkin tampak sia-sia. Tetapi justru ia yang hadir pada saat yang tepat, mengenali Sang Juru Selamat, dan menjadi salah satu orang pertama yang mewartakan-Nya.

Yang tinggal ketika tahun habis bukan yang kita kumpulkan, melainkan yang kita berikan kepada Allah. Kesetiaan yang tak terlihat, doa yang tak dicatat siapa-siapa, penantian yang sabar. Itulah yang tidak ikut lenyap bersama tahun.

Tuhan, ketika tahun ini lenyap, tinggallah Engkau bagiku. Jadikan aku setia seperti Hana, menanti dan mewartakan-Mu di tempat kecilku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →