‹ Semua renungan

Kamis, 18 Desember 2031

Lagu bagi yang Dinanti

Bacaan I Kidung Agung 2:8-14 Mazmur Mazmur 33:2-3,11-12,20-21 Injil Lukas 1:39-45

Kemarin Maria berkata ya kepada malaikat. Hari ini ia bergegas ke pegunungan menemui Elisabet, dan Gereja memasangkan langkah gembira itu dengan sepotong lagu cinta dari Kitab Suci yang paling tak terduga: Kidung Agung.

Siapa sangka Adven punya lagu cinta? "Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit." Bayangkan orang yang lama menanti kekasihnya pulang dari perantauan. Ketika akhirnya sosok itu muncul di kejauhan, ia tak berjalan biasa. Ia berlari, melompati apa saja yang menghalangi.

Beginilah Kitab Suci menggambarkan kedatangan Allah kepada umat-Nya. Bukan seorang hakim yang berjalan berat penuh murka, melainkan seorang kekasih yang tak sabar, yang meloncati gunung demi lekas sampai. "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti."

Kita terlalu sering membayangkan Allah sebagai atasan yang menuntut, yang mendekati kita untuk memeriksa kesalahan. Adven memperbaiki gambaran itu. Yang sedang mendekat adalah Dia yang merindukan kita, yang menganggap kita jelita meski kita merasa biasa saja.

Elisabet merasakan kedatangan itu bahkan sebelum melihat, ketika anak dalam rahimnya melonjak mendengar salam Maria. Cinta memang begitu: ia terasa dari kejauhan, sebelum sampai.

Tuhan, Engkau mendekat bukan untuk menghakimi, melainkan karena merindukan aku. Bangunkan hatiku untuk menyambut Sang Kekasih yang datang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →