‹ Semua renungan

Rabu, 17 Desember 2031

Kasih Karunia Lebih Dulu

Kemarin kita mendengar kabar untuk Zakharia di Bait Suci. Hari ini Gabriel melangkah lebih jauh, ke sebuah kampung kecil di Galilea, ke rumah seorang perawan bernama Maria. Dan sapaannya menyimpan sesuatu yang mudah terlewat.

"Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah." Perhatikan urutannya. Kasih karunia itu disebut sebelum Maria mengucapkan satu patah jawaban pun. Sebelum ia berkata jadilah padaku, ia sudah lebih dulu dinyatakan berkenan di hadapan Allah.

Kita biasa membayangkan sebaliknya. Kita mengira Allah menyukai kita sesudah kita membuktikan diri, sesudah kita cukup baik, cukup rajin, cukup pantas. Seolah kasih-Nya adalah upah yang harus kita kumpulkan lewat prestasi. Tetapi kepada Maria, rahmat datang lebih dulu, mendahului tugasnya.

Inilah yang membuat Maria sanggup berkata ya pada sesuatu yang menakutkan. Ia tidak diminta mengandalkan kehebatannya sendiri. Ia diberi tahu lebih dahulu bahwa ia tidak sendirian, bahwa ia sudah dipenuhi anugerah sebelum langkah pertama.

Bagi kita pun begitu. Tugas yang Tuhan percayakan sering terasa lebih besar daripada kemampuan kita. Tetapi ingatlah urutan di Nazaret: bukan tugas dulu baru rahmat, melainkan rahmat dulu baru tugas. Kita melangkah bukan untuk memperoleh kasih-Nya, melainkan karena sudah memilikinya.

Tuhan, Engkau mengasihiku lebih dulu, sebelum aku pantas. Dari rahmat yang mendahului itu, berilah aku keberanian berkata ya pada kehendak-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →