‹ Semua renungan

Rabu, 10 Desember 2031

Yang Memanggil Nama Bintang

Kemarin kita mendengar seruan hiburkanlah bagi umat yang remuk. Hari ini Yesaya masih di pasal yang sama, tetapi menghibur dengan cara yang tak terduga: ia menyuruh kita mendongak ke langit malam.

Siapa yang pernah berbaring di halaman pada malam tanpa lampu tahu betapa banyaknya bintang. Tak terhitung. Dan Yesaya bertanya, "siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya?" Bukan menghitung jumlahnya. Memanggil namanya. Satu per satu.

Baru sesudah gambaran raksasa itu, keluhan umat dikutip, "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku." Rupanya bukan kita yang pertama merasa terlalu kecil untuk diperhatikan. Di tengah bumi yang sesak oleh manusia, mudah sekali merasa cuma sebutir debu yang tak dihitung siapa-siapa.

Tetapi lihat susunannya. Justru kepada yang merasa terlupakan itu Yesaya menunjuk bintang. Maksudnya jelas: Ia yang hafal nama tiap bintang, masakan lupa namamu? Yang sanggup memanggil miliaran titik cahaya satu demi satu tidak akan kehilangan kau di keramaian.

Maka orang yang menanti-nantikan Tuhan "mendapat kekuatan baru, seumpama rajawali yang naik terbang." Kekuatan itu lahir bukan dari merasa besar, melainkan dari tahu bahwa Yang Mahabesar memanggil kita dengan nama.

Tuhan, yang memanggil nama tiap bintang, panggillah namaku juga malam ini. Ingatkan aku bahwa aku tak pernah hilang dari pandangan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →