‹ Semua renungan

Jumat, 21 November 2031

Dipersembahkan Sejak Kecil

Kemarin Yesus menangisi Yerusalem. Hari ini Ia masuk ke Bait Allah dan membersihkannya dari para pedagang, sebab rumah doa telah dijadikan sarang penyamun. Bait yang sama, yang dulu ditangisi, kini dibenahi-Nya kembali.

Bacaan Pertama bercerita tentang pembenahan serupa. Setelah Bait Allah dinodai orang asing, Yudas Makabe dan saudara-saudaranya mentahirkan dan menahbiskannya kembali dengan sukacita besar, lengkap dengan kidung, gambus, dan kecapi. Yang kotor dibersihkan, yang rusak diperbaiki, yang kudus dikembalikan pada fungsinya.

Hari ini pas sekali Gereja mengenang Santa Perawan Maria Dipersembahkan. Menurut tradisi, sejak kecil Maria dibawa orang tuanya ke Bait Allah, diserahkan kepada Tuhan. Sebuah hidup yang sejak awal ditahbiskan untuk menjadi kediaman-Nya. Kelak rahimnya sendiri menjadi bait yang paling suci, tempat Allah sungguh berdiam.

Tiga gambaran ini bertemu pada satu titik: rumah bagi Allah harus dijaga tetap murni. Bait dari batu bisa dinodai lalu ditahbiskan ulang. Hati manusia pun begitu. Ada saatnya ia menjadi pasar yang gaduh oleh kepentingan, dan perlu dibersihkan kembali menjadi rumah doa.

Maria mengajari kita jalannya: menyerahkan diri sejak dini, dan terus-menerus. Adakah sudut hatiku yang sudah lama menjadi tempat berjualan, yang hari ini perlu kutahbiskan kembali bagi Tuhan?

Tuhan, tahbiskanlah kembali hatiku yang sering kubiarkan menjadi pasar. Seperti Maria, ajarilah aku mempersembahkan diri kepada-Mu sejak dini dan seterusnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →