Rabu, 22 Oktober 2031
Titipan
Kemarin kita mendengar tentang hamba yang berjaga menanti tuannya. Hari ini Petrus bertanya, perumpamaan itu untuk siapa? Yesus menjawab dengan gambaran pengurus rumah yang dititipi segala milik tuannya, lalu menutupnya dengan kalimat yang layak digantung di dinding hati: 'Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut.'
Di kampung, orang yang bepergian jauh menitipkan kunci rumah kepada tetangga. Titipan itu kehormatan sekaligus tanggungan. Tetangga yang dititipi tidak lantas menjadi pemilik; ia menjadi penjaga. Celaka kalau ia mulai berpikir rumah itu miliknya.
Hidup kita pun titipan: waktu, kesehatan, jabatan, anak-anak, iman. Paulus mengingatkan agar anggota tubuh kita diserahkan menjadi senjata kebenaran, bukan senjata kelaliman. Alatnya sama, tangannya sama; yang berbeda tuannya.
Hari ini Gereja mengenang Santo Yohanes Paulus II. Kepadanya dititipkan banyak sekali: Gereja sedunia, panggung dunia, umur panjang, juga penyakit yang dipikulnya di depan umum tanpa malu. Semuanya ia kembalikan sebagai persembahan, sesuai semboyannya, totus tuus, seluruhnya milik-Mu. Titipan mana yang diam-diam mulai kuanggap milikku sendiri?
Tuhan, segala yang ada padaku titipan-Mu. Ajarilah aku menjaganya dan mengembalikannya dengan setia. Amin.